KHASANAH ISLAM
Oleh : Ustadz Wawan Juanda SH ( Ketua DPRD Kota Sukabumi )
Assalamualaikum Wr. Wb
Di bulan suci ramadhan, berbagai amal baik bila dilaksanakan dengan ikhlas mengharap Ridho Allah SWt Insya Allah amal baik tersebut akan di catat oleh Allah SWt, serta segala perbuatan amal baik tersebut akan di berikan ganjaran pahala yang berlipat ganda oleh Allah SWt.
Salah satu amal yang baik yang dilaksanakan di bulan suci ramadhan adalah dengan melaksanakan Zakat dan Shodakoh kepada saudara muslim yang kurang beruntung.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَاَ قِيْمُواالصَّلٰوةَ وَاٰ تُواالزَّكٰوةَ وَا رْكَعُوْا مَعَ الرّٰكِعِيْنَ
wa aqiimush-sholaata wa aatuz-zakaata warka’uu ma’ar-rooki’iin
“Dan laksanakanlah sholat, tunaikanlah zakat, dan rukuklah beserta orang yang rukuk.”
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 43).
Zakat adalah salah satu dari lima rukun Islam yang wajib dilaksanakan oleh umat Muslim yang memenuhi syarat. Zakat memiliki banyak jenis dan cara menghitungnya.
*Pengertian Zakat*
Zakat adalah kewajiban bagi umat Muslim untuk memberikan sebagian harta mereka kepada yang berhak menerimanya, dengan tujuan membersihkan harta dan jiwa, serta membantu mereka yang membutuhkan.
Jenis-Jenis Zakat
1. Zakat Fitrah: zakat yang wajib dibayarkan oleh setiap Muslim
2. Zakat Mal: zakat yang dikenakan pada harta kekayaan, seperti uang, emas, perak, dan lain-lain.
3. Zakat Penghasilan: zakat yang dikenakan pada pendapatan atau penghasilan.
4. Zakat Pertanian: zakat yang dikenakan pada hasil pertanian.
Cara Menghitung Zakat
– Zakat Fitrah: 2,5 kg atau setara dengan harga 2,5 kg bahan makanan pokok (seperti beras) per orang.
– Zakat Mal: 2,5% dari total harta yang memenuhi syarat.
– Zakat Penghasilan: 2,5% dari total penghasilan.
– Zakat Pertanian: 5% atau 10% dari hasil panen, tergantung pada jenis tanaman dan cara pengirigasian.
Zakat Fitrah adalah : zakat yang wajib dibayarkan oleh setiap Muslim sebelum shalat Idul Fitri dilaksanakan. Zakat Fitrah bertujuan untuk membersihkan jiwa dan harta, serta membantu mereka yang membutuhkan.
Syarat Zakat Fitrah
– Muslim
– Mampu membayar zakat
– Sudah memiliki penghasilan atau harta yang mencukupi
Perbedaan zakat dengan shadaqoh :
1. Zakat :
– Wajib bagi muslim yang memenuhi syarat (nisab dan haul)
– Harta tertentu (mal, fitrah)
– Diberikan kepada 8 golongan (fakir, miskin, dll. Qs At- Taubah ayat 60)
– Aturan jelas dalam Islam
2. Sedekah:
– Sunnah, tidak wajib
– Boleh harta apa saja
– Diberikan kepada siapa saja yang membutuhkan
– Fleksibel, kapan saja
Berikut beberapa ayat dan hadis tentang zakat dan sedekah:
1.QS At-Taubah 60:
إِنَّمَا الصَّدَقَاتُ لِلْفُقَرَاءِ وَالْمَسَاكِينِ وَالْعَامِلِينَ عَلَيْهَا وَالْمُؤَلَّفَةِ قُلُوبُهُمْ وَفِي الرِّقَابِ وَالْغَارِمِينَ وَفِي سَبِيلِ اللَّهِ وَابْنِ السَّبِيلِ ۖ فَرِيضَةً مِنَ اللَّهِ ۗ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ
Artinya: “Sesungguhnya zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir, orang miskin, amil zakat, yang dilunakkan hatinya (mualaf), untuk (memerdekakan) hamba sahaya, untuk (membayar utang) orang yang berhutang, untuk jalan Allah, dan untuk orang yang dalam perjalanan, sebagai kewajiban dari Allah. Allah Maha Mengetahui, Maha Bijaksana.”
2. Zakat:
– QS Al-Baqarah 43:
وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَا
Artinya: “Dan dirikanlah shalat tunaikanlah zakat…”
3.- Hadis Nabi (HR. Bukhari):
مَنْ آتَاهُ اللَّهُ مَالًا فَلَمْ يُؤَدِّ زَكَاتَهُ مُثِّلَ لَهُ مَالُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ شُجَاعًا أَقْرَعَ
Man âtâhul-lahû mâlan fa-lam yu’addi zakâtahû mutthila lahû mâluhû yaum-al-qiyâmah shujâ’an aqra’
Artinya: “Barangsiapa yang diberi Allah harta, lalu tidak menunaikan zakatnya, maka pada hari kiamat harta itu akan dijadikan ular botak yang akan menggulungnya.”
4. Sedekah:
– QS Al-Baqarah 271:
إِنْ تُبْدُوا الصَّدَقَاتِ فَنِعِمَّا هِيَ
Artinya: “Jika kamu menampakkan sedekah(mu), maka itu adalah baik.”
5.- Hadis Nabi (HR. Muslim):
كُلُّ مَعْرُوفٍ صَدَقَةٌ
Artinya: “Setiap kebaikan adalah sedekah
. QS Al-Taubah 103
خُذْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِمْ بِهَا
Artinya: “Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka.”
– QS Al-Baqarah 264:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُبْطِلُوا صَدَقَاتِكُمْ بِالْمَنِّ وَالْأَذَ
Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutkannya dan menyakiti (perasaan si penerima).”
-9.Hadis Nabi (HR. Tirmidzi):
الصَّدَقَةُ تَسُدُّ سَبْعِينَ بَابًا مِنْ السُّوءِ
Artinya: “Sedekah dapat menutup 70 pintu keburukan.”
– QS Al-Rum 39:
وَمَا آتَيْتُمْ مِنْ رِبًا لِيَرْبُوَ فِي أَمْوَالِ النَّاسِ فَلَا يَرْبُو عِنْدَ اللَّهِ وَمَا آتَيْتُمْ مِنْ زَكَاةٍ تُرِيدُونَ وَجْهَ اللَّهِ فَأُولَئِكَ هُمُ الْمُضْعِفُونَ
Artinya: “Dan sesuatu riba yang kamu berikan agar harta manusia bertambah, maka tidaklah menambah di sisi Allah. Dan apa yang kamu berikan berupa zakat yang kamu maksudkan untuk mencapai keridhaan Allah, maka (yang berbuat demikian) itulah orang-orang yang melipat gandakan (pahalanya).”
– Hadis Nabi (HR. Bukhari):
مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ
Artinya: “Sedekah tidaklah mengurangi harta.”
12.- Hadis Nabi (HR. Muslim):
الْصَدَقَةُ عَلَى الْمِسْكِينِ صَدَقَةٌ وَعَلَى ذِي الْقَرَابَةِ ثِنْتَانِ صَدَقَةٌ وَصِلَةٌ
Artinya: “Sedekah kepada orang miskin adalah satu sedekah, dan kepada kerabat ada dua: sedekah dan silaturahmi.”
– Hadis Nabi (HR. Tirmidzi):
بُنِيَ الْإِسْلَامُ عَلَى خَمْسٍ: شَهَادَةِ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ، وَإِقَامِ الصَّلَاةِ، وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ، وَصَوْمِ رَمَضَانَ، وَحَجِّ الْبَيْت
Artinya: “Islam dibangun di atas lima perkara: syahadat bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah Rasul Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, puasa Ramadhan, dan haji ke Baitullah.”
– QS Al-Baqarah 272:
لَيْسَ عَلَيْكَ هُدَاهُمْ وَلَكِنَّ اللَّهَ يَهْدِي مَنْ يَشَاءُ وَمَا تُنْفِقُوا مِنْ خَيْرٍ فَلِأَنْفُسِكُمْ وَمَا تُنْفِقُونَ إِلَّا ابْتِغَاءَ وَجْهِ اللَّهِ وَمَا تُنْفِقُوا مِنْ خَيْرٍ يُوَفَّ إِلَيْكُمْ وَأَنْتُمْ لَا تُظْلَمُونَ
Artinya: “Bukanlah kewajibanmu menjadikan mereka mendapat petunjuk, akan tetapi Allah-lah yang memberi petunjuk (dalam jalan yang benar) kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (di jalan Allah), maka pahalanya itu untuk kamu sendiri. Dan janganlah kamu berinfak kecuali karena mencari keridhaan Allah. Dan apa saja harta yang kamu nafkahkan, niscaya kamu akan diberi pahalanya dengan cukup, sedang kamu tidak akan dianiaya.”
– QS Al-Baqarah 110:
وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَمَا تُقَدِّمُوا لِأَنْفُسِكُمْ مِنْ خَيْرٍ تَجِدُوهُ عِنْدَ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ
Artinya: “Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat, dan apa saja kebaikan yang kamu kerjakan untuk dirimu, niscaya kamu akan mendapat (pahala)nya di sisi Allah. Sesungguhnya Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.”
– Hadis Nabi (HR. Ahmad):
إِنَّ الصَّدَقَةَ لَتُطْفِئُ غَضَبَ الرَّبِّ وَتَدْفَعُ مِيتَةَ السُّوءِ
Artinya: “Sesungguhnya sedekah dapat memadamkan kemurkaan Allah dan mencegah kematian yang buruk.”
– Hadis Nabi (HR. Muslim):
لَا يَتَصَدَّقُ أَحَدٌ بِتَمْرَةٍ مِنْ كَسْبٍ طَيِّبٍ إِلَّا أَخَذَهَا اللَّهُ بِيَمِينِهِ فَيُرَبِّيهَا كَمَا يُرَبِّي أَحَدُكُمْ فُلُوَّهُ أَوْ فَصِيلَهُ حَتَّى تُصِيرَ مِثْلَ الْجَبَلِ
Artinya: “Tidaklah seseorang bersedekah dengan satu kurma dari hasil usahanya yang baik, kecuali Allah akan mengambilnya dengan tangan kanan-Nya, lalu mengembangkan (pahala)nya sebagaimana seseorang di antara kamu mengembangkan anak kudanya, sampai menjadi seperti gunung.”
– QS Al-Insan 8-9:
وَيُطْعِمُونَ الطَّعَامَ عَلَى حُبِّهِ مِسْكِينًا وَيَتِيمًا وَأَسِيرًا . إِنَّمَا نُطْعِمُكُمْ لِوَجْهِ اللَّهِ لَا نُرِيدُ مِنْكُمْ جَزَاءً وَلَا شُكُورًا
Artinya: “Dan mereka memberi makan orang miskin, anak yatim, dan tawanan, karena cinta kepada Allah. Sesungguhnya kami memberi makan kamu karena Allah, tidak mengharapkan balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan) terima kasih.”
Semoga kita bisa memahami tentang perbedaan zakat dan shodaqoh
Dan bisa melaksanakannya sesuai syariah
Jangan lupa sedekah
ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻙَ ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟﻪَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻙَ ﻭَﺃَﺗُﻮْﺏُ ﺇِﻟَﻴْﻚَ
“Maha suci Engkau ya Alloh, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu”.








