KHASANAH ISLAM
Oleh : Ustadz Wawan Juanda SH ( Ketua DPRD Kota Sukabumi )
Dalam Islam, sakit bukan hanya ujian fisik, tetapi juga sarana penghapus dosa dan peningkat derajat. Namun, Islam tidak hanya memerintahkan kita untuk bersabar, melainkan juga berikhtiar.
Salah satu ikhtiar yang sangat dianjurkan adalah sedekah, karena sedekah bukan hanya menyembuhkan hati, tetapi juga menjadi sebab kesembuhan jasad.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
اِنَّ الْمُصَّدِّقِيْنَ وَا لْمُصَّدِّقٰتِ وَاَ قْرَضُوا اللّٰهَ قَرْضًا حَسَنًا يُّضٰعَفُ لَهُمْ وَلَهُمْ اَجْرٌ كَرِيْمٌ
innal-mushshoddiqiina wal-mushshoddiqooti wa aqrodhulloha qordhon hasanay yudhoo’afu lahum wa lahum ajrung kariim
“Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah dengan pinjaman yang baik, akan dilipatgandakan (balasannya) bagi mereka; dan mereka akan mendapat pahala yang mulia.”
(QS. Al-Hadid 57: Ayat 18).
Pengertian Sedekah
Sedekah berasal dari kata shadaqa yang berarti benar.
Sedekah adalah segala bentuk pemberian kebaikan, baik berupa harta, tenaga, senyuman, maupun bantuan, yang dilakukan ikhlas karena Allah.
Dalil Al-Qur’an tentang Sedekah
1. Sedekah sebagai sebab kebaikan dan keberkahan
Surat Al-Saba’ ayat 39 itu berbunyi:
وَمَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُ وَهُوَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ
“Apa saja harta yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya.”
(QS. Saba’: 39)
Allah SWt menjamin
pengganti bagi orang yang bersedekah, termasuk pengganti berupa kesehatan dan keselamatan.
2. Sedekah menolak keburukan
إِنْ تُبْدُوا الصَّدَقَاتِ فَنِعِمَّا هِيَ ۖ وَإِنْ تُخْفُوهَا وَتُؤْتُوهَا الْفُقَرَاءَ فَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ ۚ وَيُكَفِّرُ عَنْكُمْ مِنْ سَيِّئَاتِكُمْ ۗ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ
“Jika kamu menampakkan sedekahmu, maka itu baik. Dan jika kamu menyembunyikannya dan memberikannya kepada orang-orang fakir, maka itu lebih baik bagimu.”
(QS. Al-Baqarah: 271)
Ayat ini menunjukkan bahwa sedekah adalah sebab datangnya kebaikan dan tertolaknya keburukan.
Dalil Hadis tentang Sedekah sebagai Obat
1. Hadis yang sangat jelas dan tegas
Rosulullah SAW bersabda:
دَاوُوا مَرْضَاكُمْ بِالصَّدَقَةِ
(Dawu maridakum bi al-sadaqah)
Artinya: “Obatilah penyakit kalian dengan sedekah.” (HR. Al-Baihaqi)
Ini adalah dalil utama bahwa sedekah bisa menjadi wasilah kesembuhan.
2. Sedekah menolak bala
Rosulullah SAW bersabda:
صَنَائِعُ الْمَعْرُوفِ تَقِيْ مَصَارِعَ السُّوْءِ وَالْبَلاَءِ وَالْمُصِيْبَةِ
(Sanai’u al-ma’rufi taqi masari’u al-su’i wa al-bala’i wa al-musibati)
Artinya: “Perbuatan baik (termasuk sedekah) dapat menolak kematian buruk, bala, dan musibah.” (HR. Al-Tabrani)
Sakit adalah salah satu bentuk bala, dan sedekah menjadi sebab Allah SWt mengangkatnya.
3. Sedekah memadamkan murka Allah SWt.
Rosulullah SAW bersabda:
إِنَّ الصَّدَقَةَ لَتُطْفِئُ غَضَبَ الرَّبِّ
(Inna al-sadaqati latutfi’u ghadaba al-Rabb)
Artinya: “Sesungguhnya sedekah dapat memadamkan murka Allah.” (HR. Tirmidzi)
Ketika murka Allah terangkat, maka rahmat-Nya turun, termasuk rahmat berupa kesembuhan.
Bagaimana Sedekah Menjadi Obat?
Sedekah melembutkan hati, sementara penyakit sering kali berkaitan dengan hati yang gelisah.
Sedekah mendatangkan doa orang yang diberi, dan doa orang terzalimi atau membutuhkan sangat mustajab.
Sedekah adalah bukti tawakal, dan tawakal mendatangkan pertolongan Allah SWt.
Sedekah membersihkan dosa, sedangkan dosa bisa menjadi sebab datangnya penyakit.
Adab Bersedekah untuk Kesembuhan
Niatkan sedekah semata-mata karena Allah
Yakin bahwa Allah SWt Maha Menyembuhkan
Lakukan dengan ikhlas, meski jumlahnya kecil
Boleh disertai doa, misalnya:
“Ya Allah, jadikan sedekah ini sebab kesembuhan penyakit kami.”
Sedekah bukan pengganti obat medis, tetapi pelengkap ikhtiar yang sangat dahsyat. Ketika tangan memberi, hati ikhlas, dan keyakinan penuh kepada Allah SWt, maka sedekah bisa menjadi obat lahir dan batin.
Semoga yang sakit lekas sembuh ihtiar dengan sedekah yatim.
Jangan lupa sedekah
ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻙَ ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟﻪَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻙَ ﻭَﺃَﺗُﻮْﺏُ ﺇِﻟَﻴْﻚَ
“Maha suci Engkau ya Alloh, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu”








