KHASANAH ISLAM
Kaum muslimin yang semoga dirahmati oleh Allah SWt. Kesibukan dunia seringkali membiaskan fokus kita menjadi terpaku pada kehidupan dunia.
Padahal, perjalanan kita di dunia hanyalah satu langkah kecil yang menentukan bagaimana kehidupan kita setelahnya. Allah Ta’ala berfirman, Mereka berkata, Duhai alangkah baiknya jika dulu aku mengerjakan amal shalih untuk hidupku ini.” (Q.S. Al-Fajr: 24). Oleh karena itu, penting bagi kita mengingat kembali bagaimana kehidupan kita setelah wafat nanti dan apa yang bisa kita siapkan untuk menyambutnya.
Allah SWt Berfirman :
كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ الْمَوْتِ ۗ وَاِ نَّمَا تُوَفَّوْنَ اُجُوْرَكُمْ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ ۗ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّا رِ وَاُ دْخِلَ الْجَـنَّةَ فَقَدْ فَا زَ ۗ وَمَا الْحَيٰوةُ الدُّنْيَاۤ اِلَّا مَتَا عُ الْغُرُوْرِ
kullu nafsing zaaa-iqotul mauut, wa innamaa tuwaffauna ujuurokum yaumal-qiyaamah, fa mang zuhziha ‘anin-naari wa udkhilal-jannata fa qod faaz, wa mal-hayaatud-dun-yaaa illaa mataa’ul-ghuruur
“Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Dan hanya pada hari Kiamat sajalah diberikan dengan sempurna balasanmu. Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, sungguh, dia memperoleh kemenangan. Kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang memperdaya.”
(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 185)
Apakah kita sudah cukup bekal untuk di Akhirat nanti setelah melewati kematian.?!
Kehidupan Dunia yang kita jalani, yang penuh dengan segala tipu daya syetan, terkadang kita selalu di lalaikan dalam hal beribadah serta menjalankan perintah – perintah Allah, karena kita selalu di buat sibuk mengejar dunia dengan menumpuk harta, mengejar jabatan, serta mencari kekuasaan. Padahal segala sesuatu yang di sebutkan tiga hal di atas tadi jelas pasti Syetan akan ikut berkecimpung di lingkaran itu untuk menggoda manusia agar menjadi manusia pendosa dan hina di mata Allah SWt. Maka dari itu, hal yang paling baik agar kita bisa terhindar dari segala tipu daya syetan, sering – sering lah kita berucap Istighfar dan selalu mengingat kematian agar diri kita terhindar dari azab api neraka.
Berikut ini, beberapa persinggahan yang akan kita lalui hingga kita sampai di akhirat :
KEMATIAN
Kematian merupakan suatu hal yang diyakini akan terjadi, baik oleh orang yang beriman maupun tidak. Dia menjadi akhir perjalanan kita di dunia dan awal perjalanan kita pada tahap selanjutnya.
Allah SWt Berfirman :
قُلْ إِنَّ ٱلْمَوْتَ ٱلَّذِى تَفِرُّونَ مِنْهُ فَإِنَّهُۥ مُلَٰقِيكُمْ ۖ ثُمَّ تُرَدُّونَ إِلَىٰ عَٰلِمِ ٱلْغَيْبِ وَٱلشَّهَٰدَةِ فَيُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ
Katakanlah: Sesungguhnya kematian yang kalian lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kalian, kemudian kalian akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepada kalian apa yang telah kalian kerjakan.“ (Q.S. Al-Jumu’ah ayat 8)
ALAM BARZAKH
Kehidupan di alam barzakh merupakan awal kehidupan kita yang sebenarnya. Pada fase ini, manusia diuji dengan pertanyaan kubur, yakni Siapa Rabbmu? Apa agamamu? Siapa nabimu?. Orang yang beriman akan Allah teguhkan untuk menjawab: Allah adalah Rabbku, Islam adalah agamaku, Muhammad adalah nabiku. Jawaban ini tidaklah keluar dari sebatas pengetahuan kita di dunia, akan tetapi berasal dari keimanan yang ikhlas kepada Allah Ta’ala.
Allah SWt berfirman :
يُثَبِّتُ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ بِٱلْقَوْلِ ٱلثَّابِتِ فِى ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا وَفِى ٱلْءَاخِرَةِ ۖ وَيُضِلُّ ٱللَّهُ ٱلظَّٰلِمِينَ ۚ وَيَفْعَلُ ٱللَّهُ مَا يَشَآءُ
Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat. Dan Allah menyesatkan orang-orang yang dzalim dan memperbuat apa yang Dia kehendaki.” (Q.S. Ibrahim: 27) Oleh karena itu, tidaklah cukup kita sekedar mengetahui jawaban, tapi kita perlu untuk mengimani dengan keimanan yang benar.
Kemudian, pada fase ini pula terdapat adzab dan nikmat kubur sebagaimana yang Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam kabarkan, Seandainya kalian tidak akan saling menguburkan, tentulah aku akan berdoa kepada Allah agar memperdengarkan kepada kalian siksa kubur yang aku dengar.” (H.R. Muslim)
HARI KEBANGKITAN DAN DIKUMPULKANNYA MANUSIA DI PADANG MAHSYAR
Allah SWt berfirman yang artinya,
زَعَمَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوٓا۟ أَن لَّن يُبْعَثُوا۟ ۚ قُلْ بَلَىٰ وَرَبِّى لَتُبْعَثُنَّ ثُمَّ لَتُنَبَّؤُنَّ بِمَا عَمِلْتُمْ ۚ وَذَٰلِكَ عَلَى ٱللَّهِ يَسِيرٌ
Orang-orang yang kafir mengira, bahwa mereka tidak akan dibangkitkan. Katakanlah (Muhammad), Tidak demikian, demi Tuhanku, kamu pasti dibangkitkan, kemudian diberitakan semua yang telah kamu kerjakan. Dan yang demikian itu mudah bagi Allah.” (Q.S. At-Taghabun: 7).
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, Wahai manusia, sesungguhnya kalian akan dikumpulkan menuju Allah Ta’ala dalam keadaan tidak beralas kaki, tidak berpakaian dan belum dikhitan.” (H.R. Bukhari dan Muslim). Pada fase ini, manusia dibangkitkan dalam keadaan susah payah, kemudian dikumpulkan di padang mahsyar dengan matahari yang didekatkan.
Keimanan terhadap adanya hari kebangkitan dan dikumpulkan di padang mahsyar membuka hati kita untuk perhatian dan bersungguh-sungguh menyiapkan perbekalan sebelum kematian. Sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam di atas, serpihan dunia yang kita kumpulkan tidak akan bermanfaat kecuali telah menjadi amal shalih yang kita niatkan karena Allah Ta’ala.
PERSINGGAHAN SETELAH PADANG MAHSYAR
Selepas manusia menunggu di Padang Mahsyar, tibalah saatnya manusia dihitung amalnya. Inilah yang disebut yaumul hisab. Allah Ta’ala berfirman,
إِنَّ إِلَیۡنَاۤ إِیَابَهُمۡ ثُمَّ إِنَّ عَلَیۡنَا حِسَابَهُم
Sesungguhnya kepada Kamilah mereka kembali, kemudian sesungguhnya kewajiban Kamilah menghisab mereka.” (Q.S. Al Ghasyiyah: 25-26).
Selain itu, ada pula yaumul mizan, yakni hari dimana amal kita ditimbang oleh Allah sebagaimana dalam firman-Nya,
وَٱلْوَزْنُ يَوْمَئِذٍ ٱلْحَقُّ ۚ فَمَن ثَقُلَتْ مَوَٰزِينُهُۥ فَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُفْلِحُونَ
Timbangan pada hari itu ialah kebenaran (keadilan), Maka barangsiapa berat timbangan kebaikannya, mereka itulah orang-orang yang beruntung.”(Q.S. Al A’raf: 8).
Kita renungkan bagaimana Allah mengabarkan dalam Al Haqqah ayat 19-35 tentang dua kondisi berbeda antara hamba yang diberi kitab catatan amal dari kanan dan yang diberi kitab catatan amal dari kiri. Orang yang diberi dari sisi kanan Allah kabarkan mendapatkan surga yang tinggi, yang buah-buahannya dekat, dan dikatakan kepada mereka, Makan dan minumlah dengan disebabkan amal yang telah kamu kerjakan pada hari-hari yang telah lalu.” (Q.S. Al-Haqqah ayat 24). Adapun yang diberikan dari sisi kiri, mereka menyesal, Wahai alangkah baiknya kiranya tidak diberikan kepadaku kitabku (ini).” (Q.S. Al-Haqqah : 25). Harta maupun kuasa tak lagi bermanfaat untuk dirinya.
SIRATH
Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam bersabda yang artinya, “Kemudian didatangkan jembatan lalu dibentangkan di atas permukaan neraka Jahannam. Kami (para Sahabat) bertanya, Wahai Rasulullah, bagaimana (bentuk) jembatan itu?Jawab beliau, Licin (lagi) menggelincirkan. Di atasnya terdapat besi-besi pengait dan kawat berduri yang ujungnya bengkok, ia bagaikan pohon berduri di Nejd, dikenal dengan pohon Sa’dân.”(H.R. Bukhari dan Muslim)
UNTUKMU YANG MENDAMBAKAN KEMATIAN
Dalam menjalani hari-hari yang tidak mudah, kita boleh merasa lelah. Kita boleh istirahat sejenak dan mengambil nafas segar untuk melanjutkan perjalanan. Terkadang diantara kita ada pula yang ingin menyerah. Tapi, selama kita masih hidup, kita masih memiliki kesempatan berikutnya. Kita renungkan bagaimana sayangnya Allah kepada hamba-Nya. Dalam Surah Ad-Dhuha, kita perhatikan bagaimana Allah mengafirmasi apa yang Rasulullah rasakan ketika beliau sedih dihina oleh orang-orang kafir tatkala turunnya wahyu sempat terhenti. Kita renungkan bagaimana sifat penyayangnya Allah kepada hamba-hambanya yang beriman.
Waktu hidup di dunia yang sangat singkat ini hendaknya kita gunakan semaksimal mungkin untuk mengumpulkan bekal berupa amal ketaatan kepada Allah Ta’ala. Singkatnya kehidupan dunia ini menyingkap tujuan dibalik penciptaan alam semesta. Allah Ta’ala berfirman, Dia lah yang menciptakan kematian dan kehidupan untuk menguji kamu, siapakah yang paling baik amalnya, dan Dia Mahaperkasa, Maha Pengampun.” (Q.S. Al-Mulk:2).
Bersabarlah, mari perbanyak berdo’a kepada Allah, Allahumma laa sahla illa maa ja’altahu sahlaa, wa anta taj’alul hazna idza syi’ta sahlaa” [artinya: Ya Allah, tidak ada kemudahan kecuali yang Engkau buat mudah. Dan engkau menjadikan kesedihan (kesulitan), jika Engkau kehendaki pasti akan menjadi mudah].” (H.R. Ibn Hibban, dikatakan shahih oleh Syaikh Syu’aib Al-Arnauth).
Jangan lupa sedekah
ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻙَ ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟﻪَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻙَ ﻭَﺃَﺗُﻮْﺏُ ﺇِﻟَﻴْﻚَ
“Maha suci Engkau ya Alloh, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu”
Penyusun : Asep Sugiana S.Pd









