Khasanah Islam : Orang yang Berpuasa Ramadhan akan di pertemukan Allah nanti di Akhirat

KHASANAH ISLAM

Oleh : Ustadz Wawan Juanda SH ( Ketua DPRD Kota Sukabumi )

Assalamualaikum Wr. Wb,

Dalam hal ini kita akan membahas bahagia nya bagi orang yang melaksanakan Shaum Ramadhan bagi orang – orang yang Taat kepada Allah SWt.

Puasa Ramadhan, selain secara medis sebagai Treatment atau mengolah tubuh untuk kembali lebih sehat, secara agama, Puasa Ramadhan juga menjadi pembuka jalan kita untuk kita dapat berjumpa dengan Allah SWt nanti nya di akhirat kelak. Karena bagi orang yang melaksanakan Shaum Ramadhan dengan sungguh – sungguh mengharap ridho Allah SWt, Allah SWt akan mencintai Hamba Nya yang bersungguh – sungguh dalam menjalankan ibadah Puasa di bulan Ramadhan.

Di samping itu, Puasa Ramadhan adalah waktu yang tepat untuk kita berlomba – lomba menjalankan amal kebaikan, baik dalam hal sedekah, menolong sesama, dan juga berdoa memohon agar segala hajat kita cepat terkabul.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَاِ ذَا سَاَ لَـكَ عِبَا دِيْ عَنِّيْ فَاِ نِّيْ قَرِيْبٌ ۗ اُجِيْبُ دَعْوَةَ الدَّا عِ اِذَا دَعَا نِ ۙ  فَلْيَسْتَجِيْبُوْا لِيْ وَلْيُؤْمِنُوْا بِيْ لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُوْنَ
wa izaa sa-alaka ‘ibaadii ‘annii fa innii qoriib, ujiibu da’watad-daa’i izaa da’aani falyastajiibuu lii walyu-minuu bii la’allahum yarsyuduun

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Hendaklah mereka itu memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku agar mereka memperoleh kebenaran.”
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 186).

Mengenai tentang Puasa Ramadhan, Seribu Empat Ratus Tahun yang lalu, Rasulullah SAW sudah menjelaskan tentang kebahagiaan bagi orang – orang yang melaksanakan Shaum Ramadhan, namun di jaman sekarang, terkadang orang – orang lupa akan penjelasan Rasulullah SAW, serta terkadang dengan mudah melalaikan akan penjelasan Rasulullah SAW yang sudah di utarakan di masa lalu.

Rasulullah SAW bersabda :

عن أبي هريرة رضي اللَّه عنه قال، قال رسول اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ :
وَقَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: {لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ يَفْرَحُ بِهِمَا فَرْحَةٌ عِنْدَ إفْطَارِهِ وَفَرْحَةٌ عِنْدَ لِقَاءِ رَبِّهِ}.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu berkata, bersabda Rosulullah saw
Nabi saw. bersabda, “Bagi orang yang Shaum itu dua kebahagiaan, ia berbahagia ketika berbukanya dan kebahagiaan ketika bertemu dengan Tuhannya.”
(HR Bukhori Muslim).

Lantas, mengapa terkadang kita masih meragukan penjelasan dari Sang Kekasih Allah.?! Allah SWt pun selalu mengingatkan kita lewat Al – Quran untuk selalu taat agar menjadi orang yang taat. Maka, ketika kita di ciptakan serta di turunkan ke alam dunia, kita sudah diberikan karunia akal dan pikiran oleh Allah SWt, agar kita menjadi Hamba yang berfikir.

Allah SWt berfirman :

وَيٰقَوْمِ لَاۤ اَسْــئَلُكُمْ عَلَيْهِ مَا لًا ۗ اِنْ اَجْرِيَ اِلَّا عَلَى اللّٰهِ وَمَاۤ اَنَاۡ بِطَا رِدِ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا ۗ اِنَّهُمْ مُّلٰقُوْا رَبِّهِمْ وَلٰـكِنِّيْۤ اَرٰٮكُمْ قَوْمًا تَجْهَلُوْنَ
wa yaa qoumi laaa as-alukum ‘alaihi maalaa, in ajriya illaa ‘alallohi wa maaa ana bithooridillaziina aamanuu, innahum mulaaquu robbihim wa laakinniii arookum qoumang taj-haluun

“Dan wahai kaumku! Aku tidak meminta harta kepada kamu (sebagai imbalan) atas seruanku. Imbalanku hanyalah dari Allah dan aku sekali-kali tidak akan mengusir orang yang telah beriman. Sungguh, mereka akan bertemu dengan Tuhannya, dan sebaliknya aku memandangmu sebagai kaum yang bodoh.”
(QS. Hud 11: Ayat 29).

Jadi, sambut dan berbahagia lah akan kemuliaan Bulan Suci Ramadhan ini dengan kita bersemangat melaksanakan ibadah puasa ramadhan, dan berlomba – lomba menjalankan ibadah – ibadah Sunnah lainnya, dan juga tetap selalu berbuat baik untuk melengkapi amal soleh kita. ” Kebahagiaan orang yang Shaum Ramadhan, kebahagiaannya saat berbuka adalah ia telah menyempurnakan shaumnya, menyelesaikan ibadahnya, diringankan (untuk beribadah) dari Tuhannya, dan mendapatkan pertolongan untuk bertemu lagi di puasa Ramadhan yang akan datang.

Kebahagiaan saat bertemu Allah SWt adalah ketika di hari Kiamat kelak, yakni dengan memperoleh balasan (nikmat) dan pahala atau dengan melihat wajah Tuhannya.

Orang mukmin yang berpuasa akan melihat Tuhannya dengan terang-terangan.

Allah SWt berfirman ;

وُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ نَاضِرَةٌ إِلَى رَبِّهَا نَاظِرَة

Wajah-wajah (orang-orang mukmin) pada hari itu berseri-seri.Kepada Tuhannyalah mereka melihat
(Al-Qiyamah: 22-23).

Semoga kita bisa melihat Allah SWt di Syurga

Semoga kita diberikan kesehatan kekuatan keselamatan dan rizki yang luas dan berkah.

Jangan lupa sedekah
ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻙَ ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟﻪَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻙَ ﻭَﺃَﺗُﻮْﺏُ ﺇِﻟَﻴْﻚَ
“Maha suci Engkau ya Alloh, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu”.

banner 728x250

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *