Khasanah Islam : Musibah yang datang akibat berpaling dari Hukum Allah SWt

KHASANAH ISLAM

Dalam kehidupan seorang muslim, musibah bukanlah sekadar peristiwa tanpa makna. Musibah bisa menjadi peringatan, ujian, atau akibat dari perbuatan manusia.

Salah satu sebab terbesar datangnya musibah adalah berpaling dari hukum Allah SWt, yaitu meninggalkan perintah-Nya dan melanggar larangan-Nya.

Allah SWt telah menjelaskan bahwa ketika manusia enggan berhukum dengan syariat-Nya, maka kerusakan dan bencana akan menjadi konsekuensinya.

Allah SWt Berfirman :

اَفَاَ مِنَ الَّذِيْنَ مَكَرُوا السَّيِّاٰتِ اَنْ يَّخْسِفَ اللّٰهُ بِهِمُ الْاَ رْضَ اَوْ يَأْتِيَهُمُ الْعَذَا بُ مِنْ حَيْثُ لَا يَشْعُرُوْنَ
a fa aminallaziina makarus-sayyi-aati ay yakhsifallohu bihimul-ardho au ya-tiyahumul-‘azaabu min haisu laa yasy’uruun

“Maka apakah orang yang membuat tipu daya yang jahat itu, merasa aman (dari bencana) dibenamkannya Bumi oleh Allah bersama mereka, atau (terhadap) datangnya siksa kepada mereka dari arah yang tidak mereka sadari,”
(QS. An-Nahl 16: Ayat 45)

Tipuan Syetan di Akhir Jaman yang makin gencar menyerang Ummat Manusia

Kita yang sekarang masuk di fase kehidupan akhir jaman, harus menyadari, bahwa semakin mendekati waktu datang nya hari kiamat, manusia akan di sibukan dengan urusan dunia, sehingga terkadang kewajiban kita beribadah kepada Allah SWt dan menjalankan perintah Nya sering di lupakan serta lalai dalam beribadah, baik yang wajib maupun Sunnah Nya.

Tipuan Dunia yang menjadi senjata Syetan untuk menggoda manusia, menjadikan senjata yang ampuh untuk menjerumuskan manusia agar menjadi penghuni neraka di akhirat nanti. Banyak manusia di akhir jaman ini yang di setiap kehidupan keseharian nya selalu berfikir bahwa uang adalah segalanya, sehingga manusia akhir jaman lupa bahwa sejati nya sang pemberi rezeki dan yang menentukan rezeki di dunia itu atas kehendak Allah SWt. Sehingga karena di dalam keseharian nya selalu mementingkan uang, bukan nya terlebih dahulu mementingkan ibadah kepada Allah SWt baru di lanjut dengan ikhtiar mencari Rezeki yang di ridhoi Allah SWt, akhir nya banyak manusia akhir jaman yang tergelincir ke lubang kehinaan di dalam mengejar kehidupan dunia, seperti korupsi, menipu, mencari peruntungan uang lewat berjudi, maling, memakan hak orang lain, menggelapkan uang amanah ummat dengan menjual agama, dan lainnya. Na’udzubillah.

Allah SWt sudah mengingatkan manusia di Dalam Al Quran bahwa langkah yang salah di dunia akan mendatangkan Musibah :

a. QS. Al-Jatsiyah: 23

“Maka apakah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya… Maka siapakah yang dapat memberi petunjuk baginya setelah Alloh membiarkannya tersesat?”

Ayat ini menunjukkan bahwa berpaling dari hukum Alloh adalah akibat mengikuti hawa nafsu, dan hal ini membawa kepada kesesatan serta musibah.

b. QS. Al-Ma’idah: 44

“Barang siapa tidak berhukum dengan apa yang diturunkan Alloh, maka mereka itulah orang-orang kafir.”

Tidak berhukum dengan syariat Alloh akan membawa manusia pada kehancuran hukum, kekacauan, dan turunnya murka Alloh.

c. QS. An-Nur: 63

“Hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah Rosul takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa azab yang pedih.”

Alloh memperingatkan bahwa menentang syariat dapat menyebabkan fitnah, bencana, dan azab.

d. QS. Ar-Rum: 41

“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia; Alloh menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka agar mereka kembali.”

Kerusakan alam, banjir longsor gempa bumi bencana sosial, dan musibah banyak terjadi karena ulah dan tangan  manusia meninggalkan aturan Alloh.

e. QS. Thaha: 124

“Barang siapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sungguh baginya kehidupan yang sempit.”

Berpaling dari petunjuk Alloh berdampak pada kesempitan hidup, kegelisahan, dan musibah bertubi-tubi.

Dan Kekasih Allah SWt yaitu Nabi Muhammad SAW juga sudah mengingatkan Umat Islam agar hati – hati dalam menjalankan kehidupan sehari – hari :

a. Hadis Riwayat Ibnu Majah

Rosulullah saw bersabda:

“Tidaklah muncul perbuatan zina dan riba secara terang-terangan pada suatu kaum, melainkan mereka pasti ditimpa berbagai penyakit dan penderitaan yang sebelumnya tidak pernah ada pada generasi sebelum mereka.”

Ketika hukum Alloh ditinggalkan, musibah sosial dan penyakit akan muncul.

b. Hadis Riwayat Tirmidzi

“Jika amanah disia-siakan, tunggulah kehancuran.”

Ketika hukum Alloh tentang amanah dan keadilan tidak ditegakkan, kehancuran menjadi konsekuensinya.

Bentuk-Bentuk Musibah Ketika Manusia Berpaling dari Hukum Alloh

1. Kerusakan moral

Merebaknya maksiat dan kejahatan

2.Hilangnya rasa malu dan adab

2. Kerusakan sosial

Maraknya fitnah dan permusuhan

3.Ketidakadilan hukum

4.Tingginya kriminalitas

5. Kerusakan ekonomi

Maraknya riba

7.Kemiskinan dan krisis yang berulang

8. Kerusakan alam dan lingkungan

Bencana alam akibat kerusakan dan keserakahan manusia

9. Kesempitan hidup

Hati gelisah, jauh dari keberkahan, hidup penuh kegundahan

Hikmah Musibah

Walau musibah dapat menjadi akibat maksiat, Alloh tetap memberi hikmah dan kasih sayang:

1.Mengingatkan manusia agar kembali kepada syariat Alloh

2.Membersihkan dosa

3.Meningkatkan keimanan

4.Membuka pintu taubat

Cara Agar Terhindar dari Musibah Akibat Berpaling dari Hukum Alloh

1.Menegakkan syariat Alloh dalam kehidupan
Baik dalam ibadah, muamalah, akhlak, dan urusan keluarga.

2. Meninggalkan maksiat

Karena maksiat adalah sebab turunnya berbagai bencana.

3.Memperbanyak istighfar

“Istighfar membuka pintu rezeki, menghilangkan musibah, dan mendatangkan hujan.” — QS. Nuh: 10–12

4. Berpegang teguh pada sunnah Rasulullah SAW

5.Menegakkan keadilan
6.Memperbanyak sedekah karena sedekah bisa menolak bala.

Musibah yang menimpa manusia sering kali merupakan peringatan dari Alloh karena berpaling dari aturan-Nya. Dengan kembali kepada hukum Alloh, menegakkan keadilan, dan menjauhi maksiat, insyaAlloh Alloh akan menurunkan ketenangan, keberkahan, dan perlindungan.

Semoga kita diberikan kesehatan kekuatan keselamatan dan rizki yang luas dan berkah

Jangan lupa sedekah
ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻙَ ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟﻪَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻙَ ﻭَﺃَﺗُﻮْﺏُ ﺇِﻟَﻴْﻚَ

“Maha suci Engkau ya Alloh, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu”

Penyusun : Asep Sugiana S.Pd

banner 728x250

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *