KHASANAH ISLAM
Lantunan Ayat Suci Al Quran yang di bacakan baik oleh Qori maupun Qori’ah, yang terkadang di lantunkan baik pada saat acara – acara keagamaan, maupun biasa di lantunkan di Masjid – masjid, baik pada saat mau memasuki waktu Sholat wajib, ataupun pada saat pengajian, bila saat kita kebetulan sedang mendengarkan lantunan ayat Al Quran tersebut, baik nya kita meluangkan waktu sebentar untuk mendengarkan juga berdzikir di dalam hati saat mendengarkan lantunan Al Quran agar kita menjadi manusia yang mempunyai kedudukan mulia di mata Allah SWt dan juga menjadi orang – orang yang bersyukur.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَاِ ذَا سَمِعُوْا مَاۤ اُنْزِلَ اِلَى الرَّسُوْلِ تَرٰۤى اَعْيُنَهُمْ تَفِيْضُ مِنَ الدَّمْعِ مِمَّا عَرَفُوْا مِنَ الْحَـقِّ ۚ يَقُوْلُوْنَ رَبَّنَاۤ اٰمَنَّا فَا كْتُبْنَا مَعَ الشّٰهِدِيْنَ
wa izaa sami’uu maaa ungzila ilar-rosuuli tarooo a’yunahum tafiidhu minad-dam’i mimmaa ‘arofuu minal-haqq, yaquuluuna robbanaaa aamannaa faktubnaa ma’asy-syaahidiin
“Dan apabila mereka mendengarkan apa (Al-Qur’an) yang diturunkan kepada Rasul (Muhammad), kamu lihat mata mereka mencucurkan air mata disebabkan kebenaran yang telah mereka ketahui (dari kitab-kitab mereka sendiri), seraya berkata, “Ya Tuhan, kami telah beriman, maka catatlah kami bersama orang-orang yang menjadi saksi (atas kebenaran Al-Qur’an dan kenabian Muhammad).”
(QS. Al-Ma’idah 5: Ayat 83)
Keutamaan mendengarkan bacaan Al Qur’an
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
وَاِذَا قُرِئَ الْقُرْاٰنُ فَاسْتَمِعُوْا لَهٗ وَاَنْصِتُوْا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ
Jika dibacakan Al-Qur’an, dengarkanlah (dengan saksama) dan diamlah agar kamu dirahmati.
(Al-A‘rāf [7]:204)
وَاِذَا سَمِعُوْا مَآ اُنْزِلَ اِلَى الرَّسُوْلِ تَرٰٓى اَعْيُنَهُمْ تَفِيْضُ مِنَ الدَّمْعِ مِمَّا عَرَفُوْا مِنَ الْحَقِّۚ يَقُوْلُوْنَ رَبَّنَآ اٰمَنَّا فَاكْتُبْنَا مَعَ الشّٰهِدِيْنَ
Apabila mereka mendengar sesuatu (Al-Qur’an) yang diturunkan kepada Rasul (Nabi Muhammad), engkau melihat mata mereka bercucuran air mata disebabkan kebenaran yang telah mereka ketahui (dari kitab-kitab mereka sendiri). Mereka berkata, “Ya Tuhan kami, kami telah beriman. Maka, catatlah kami bersama orang-orang yang menjadi saksi (atas kebenaran Al-Qur’an dan kenabian Muhammad).
(Al-Mā’idah [5]:83)
اِنَّمَا الْمُؤْمِنُوْنَ الَّذِيْنَ اِذَا ذُكِرَ اللّٰهُ وَجِلَتْ قُلُوْبُهُمْ وَاِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ اٰيٰتُهٗ زَادَتْهُمْ اِيْمَانًا وَّعَلٰى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُوْنَۙ
Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah mereka yang jika disebut nama Allah, gemetar hatinya dan jika dibacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, bertambah (kuat) imannya dan hanya kepada Tuhannya mereka bertawakal,
(Al-Anfāl [8]:2)
Semoga kita semua diberikan kemampuan untuk selalu membaca, mempelajari dan mendengarkan Ayat-ayat dalam Al-Qur’an Aamiin Ya Robbal Aalamiin.
Penyusun : Ustadz Wawan Juanda SH ( Ketua DPRD Kota Sukabumi )









