KHASANAH ISLAM
Oleh : Ustadz Wawan Juanda SH ( Ketua DPRD Kota Sukabumi )
Dalam Islam, keberadaan Syetan dan Jin adalah nyata.
Mereka hidup di alam yang berbeda dengan manusia, dan sebagian dari mereka berusaha menyesatkan serta mengganggu manusia.
Namun, Allah SWt tidak membiarkan manusia tanpa perlindungan. Islam telah memberikan benteng yang sangat kuat untuk menjaga diri dari gangguan mereka.
Firman Allah SWt :
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
اِنَّ الشَّيْطٰنَ لَـكُمْ عَدُوٌّ فَا تَّخِذُوْهُ عَدُوًّا ۗ
“Sesungguhnya setan itu adalah musuh bagimu, maka jadikanlah ia musuh.”
(QS. Fathir: 6)
Cara terhindar dari mahluk halus jin dan syetan.
1. Menguatkan Tauhid dan Keimanan.
Benteng paling utama dari gangguan makhluk gaib adalah tauhid yang benar.
Jin dan setan takut kepada orang yang kuat imannya
Mereka mudah mengganggu orang yang bergantung selain kepada Allah.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
اِنَّ عِبَا دِيْ لَـيْسَ لَـكَ عَلَيْهِمْ سُلْطٰنٌ ۗ وَكَفٰى بِرَبِّكَ وَكِيْلًا
“”Sesungguhnya (terhadap) hamba-hamba-Ku, engkau (Iblis) tidaklah dapat berkuasa atas mereka. Dan cukuplah Tuhanmu sebagai penjaga.””
(QS. Al-Isra’ 17: Ayat 65)
Penekanan:
Syirik, percaya jimat, dukun, dan praktik mistik justru membuka pintu gangguan syetan.
2. Menjaga Sholat Lima Waktu
Sholat adalah pelindung utama dari gangguan setan.
Firman Allah SWt ;
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
ۗ اِنَّ الصَّلٰوةَ تَنْهٰى عَنِ الْفَحْشَآءِ وَا لْمُنْكَرِ ۗ
“Sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan keji dan munkar.”
(QS. Al-‘Ankabut: 45)
Rosulullah SAW bersabda:
“Setan mengikat tengkuk salah seorang di antara kalian ketika tidur… jika ia shalat, terlepaslah semua ikatan itu.”
(HR. Bukhari & Muslim)
Orang yang meninggalkan sholat lebih mudah diganggu secara batin dan pikiran.
3. Membaca Al-Qur’an, Terutama Ayat Perlindungan
a. Ayat Kursi
اللّٰهُ لَاۤ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ الْحَـيُّ الْقَيُّوْمُ ۚ لَا تَأْخُذُهٗ سِنَةٌ وَّلَا نَوْمٌ ۗ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَ رْضِ ۗ مَنْ ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهٗۤ اِلَّا بِاِ ذْنِهٖ ۗ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۚ وَلَا يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهٖۤ اِلَّا بِمَا شَآءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمٰوٰتِ وَا لْاَ رْضَ ۚ وَلَا يَــئُوْدُهٗ حِفْظُهُمَا ۚ وَ هُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ
allohu laaa ilaaha illaa huwal-hayyul-qoyyuum, laa ta-khuzuhuu sinatuw wa laa na-uum, lahuu maa fis-samaawaati wa maa fil-ardh, mang zallazii yasyfa’u ‘ingdahuuu illaa bi-iznih, ya’lamu maa baina aidiihim wa maa kholfahum, wa laa yuhiithuuna bisyai-im min ‘ilmihiii illaa bimaa syaaa, wasi’a kursiyyuhus-samaawaati wal-ardh, wa laa ya-uuduhuu hifzhuhumaa, wa huwal-‘aliyyul-‘azhiim
“Allah, tidak ada tuhan selain Dia. Yang Maha Hidup, yang terus-menerus mengurus (makhluk-Nya), tidak mengantuk dan tidak tidur. Milik-Nya apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang di hadapan mereka dan apa yang di belakang mereka dan mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun tentang ilmu-Nya melainkan apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya meliputi langit dan bumi. Dan Dia tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Dia Maha Tinggi, Maha Besar.”
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 255)
Rosulullah SAW bersabda:
“Barang siapa membaca Ayat Kursi sebelum tidur, maka Alloh akan menjaganya dan setan tidak akan mendekatinya hingga pagi.”
(HR. Bukhari)
b. Surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas
Dibaca pagi dan petang, serta sebelum tidur.
Firman Allah SWt ;
“Aku berlindung
kepada Tuhan manusia…”
(QS. An-Nas: 1–6)
4. Dzikir Pagi dan Petang
Dzikir adalah tameng ruhani.
Contoh dzikir:
“Bismillāhilladzī lā yaḍurru ma‘asmihī syai’un…”
Rosulullah SAW bersabda:
“Barang siapa membacanya tiga kali, maka tidak akan ditimpa bahaya.”
(HR. Abu Dawud)
5. Membaca Doa Saat Aktivitas Sehari-hari
Doa masuk rumah:
“Bismillāhi walajnā…”
Rosulullah saw bersabda:
“Jika seseorang masuk rumah dengan menyebut nama Allah, setan berkata: ‘Tidak ada tempat menginap bagi kalian.’”
(HR. Muslim)
Doa masuk kamar mandi:
“Allahumma inni a‘ūdzu bika minal khubutsi wal khaba’its.”
(HR. Bukhari & Muslim)
6. Menjauhi Maksiat dan Lingkungan Buruk
Maksiat adalah undangan bagi setan.
Firman Allah SWt
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَمَنْ يَّعْشُ عَنْ ذِكْرِ الرَّحْمٰنِ نُقَيِّضْ لَهٗ شَيْطٰنًا فَهُوَ لَهٗ قَرِيْنٌ
“Barang siapa berpaling dari peringatan Allah, Kami datangkan baginya setan sebagai teman.”
(QS. Az-Zukhruf: 36)
Contoh:
Membiarkan aurat
Musik dan tontonan maksiat berlebihan
Emosi tak terkendali (marah, dendam)
7. Tidak Takut Berlebihan kepada Makhluk Gaib
Takut berlebihan justru melemahkan iman.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
اِنَّمَا ذٰلِكُمُ الشَّيْطٰنُ يُخَوِّفُ اَوْلِيَآءَهٗ ۖ فَلَا تَخَا فُوْهُمْ وَخَا فُوْنِ اِنْ كُنْتُمْ مُّؤْمِنِيْنَ
“Sesungguhnya mereka hanyalah setan yang menakut-nakuti (kamu) dengan teman-teman setianya, karena itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku, jika kamu orang-orang beriman.”
(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 175)
8. Ruqyah Syar’iyyah
Jika ada gangguan:
Bacakan Al-Fatihah
Ayat Kursi
Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas
Dengan keyakinan penuh kepada Alloh
Rosulullah SAA bersabda:
“Tidak mengapa melakukan ruqyah selama tidak mengandung kesyirikan.”
(HR. Muslim)
Semoga kita di jauhkan dari godaan syetan yang terkutuk.
Semoga kita diberikan kesehatan kekuatan keselamatan dan rizki yang luas dan berkah
Jangan lupa sedekah
ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻙَ ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟﻪَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻙَ ﻭَﺃَﺗُﻮْﺏُ ﺇِﻟَﻴْﻚَ
“Maha suci Engkau ya Alloh, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu”.







