Khasanah Islam : Harta yang sampai ke Surga

KHASANAH ISLAM

Oleh : Ustadz Wawan Juanda SH ( Ketua DPRD Kota Sukabumi )

Assalamualaikum Wr. Wb

Hidup dengan kekayaan yang berlimpah menjadi dambaan banyak orang. Seseorang dikatakan sukses apabila ia memiliki harta dan kehidupan yang serba cukup. Pendidikannya juga dianggap bagus apabila mampu membawanya meraih tingkat kesuksesan secara finansial. Lalu, bagaimanakah Islam memandang kekayaan itu sendiri?

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

يَسْــئَلُوْنَكَ مَا ذَا يُنْفِقُوْنَ ۗ قُلْ مَاۤ اَنْفَقْتُمْ مِّنْ خَيْرٍ فَلِلْوَا لِدَيْنِ وَا لْاَ قْرَبِيْنَ وَا لْيَتٰمٰى وَا لْمَسٰكِيْنِ وَا بْنِ السَّبِيْلِ ۗ وَمَا تَفْعَلُوْا مِنْ خَيْرٍ فَاِ نَّ اللّٰهَ بِهٖ عَلِيْمٌ
yas-aluunaka maazaa yungfiquun, qul maaa angfaqtum min khoiring fa lil-waalidaini wal-aqrobiina wal-yataamaa wal-masaakiini wabnis-sabiil, wa maa taf’aluu min khoiring fa innalloha bihii ‘aliim

“Mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang apa yang harus mereka infakkan. Katakanlah, “Harta apa saja yang kamu infakkan, hendaknya diperuntukkan bagi kedua orang tua, kerabat, anak yatim, orang miskin, dan orang yang dalam perjalanan.” Dan kebaikan apa saja yang kamu kerjakan, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahui.”
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 215).

Secara garis besar, kekayaan dapat diartikan sebagai kemampuan untuk terus bertahan hidup dengan gaya hidup yang ada, tanpa harus bekerja. namun, sebenarnya kaya itu relatif. Ada orang yang tetap dapat bertahan hidup setelah berhenti bekerja.

Sabda Rosul saw :

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ نِعْمَ الْمَالُ الصَّالِحُ لِلْمَرْءِ الصَّالِحِ
Artinya: “Dari Abdullah bin Umar RA, Rasulullah SAW bersabda: ‘Sebaik-baik harta adalah harta yang dimiliki oleh orang shaleh.'” (HR. Ahmad)

Dalam hadis lain, Rasulullah SAW juga bersabda:
نِعْمَ الْمَالُ الصَّالِحُ لِلْعَبْدِ الصَّالِحِ
Artinya: “Sebaik-baik harta adalah harta yang dimiliki oleh hamba yang shaleh.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Artinya, harta yang dimiliki oleh orang shaleh adalah harta yang baik dan berkah, karena mereka menggunakan harta tersebut untuk kebaikan dan ketaatan kepada Allah.

Siapa bilang harta adalah sumber ketamakan, kebencian, pertikaian, dan menjerumuskan pemiliknya ke neraka yang menyala?

Justru sering kali kemiskinan lah yang menjadi sumber kekufuran, jika tak diiringi dengan kesabaran menjalaninya.

Jadi, bukanlah harta yang menyebabkan banyak manusia terjerumus ke neraka, melainkan ketidakmampuan mengendalikan diri dalam mengelola harta tersebut.

Ada yang memamerkan kemegahan dan kekayaannya, entah dengan mengoleksi mobil-mobil limited edition di garasi rumahnya yang muat menampung puluhan kendaraan. atau, memakai pakaian dan aksesoris dari ujung rambut hingga ujung kaki senilai milyaran Rupiah. Atau menghamburkan hartanya untuk jalan-jalan berbelanja ke luar negeri setiap bulannya.

Apakah pamer kemewahan dan bermegah-megahan seperti itu bisa mengantar pelakunya ke surga? Tentu tidak! Justru sebaliknya, sangat mungkin bermegahan membuat hati lalai dari mengingat kematian dan hari akhirat, sehingga menjatuhkan pelakunya pada kemurkaan Allah SWt.

Berikut ini beberapa hal yang bisa menjadikan harta kita sebagai kendaraan ke surga, Insya Allah tidaklah sulit untuk dipraktekkan jika kita bersungguh-
sungguh menginginkan keridhoan Allah:

1. Membebaskan utang orang yang terlilit utang

Firman Allah SWt :

وَإِنْ كَانَ ذُو عُسْرَةٍ فَنَظِرَةٌ إِلَى مَيْسَرَةٍ وَأَنْ تَصَدَّقُوا خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ
“Dan jika (orang yang berutang itu) dalam kesukaran, maka berilah tangguh sampai dia berkelapangan. Dan menyedekahkan (sebagian atau semua utang) itu, lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.”
(QS. Al Baqarah: 280)

Beban ekonomi sering memaksa seseorang berutang demi memenuhi kebutuhan hidupnya. Sungguh luar biasa jika harta yang kita miliki dipergunakan untuk membantu melunasi utang-utang orang yang terlilit utang, terutama dari kalangan karib kerabat sendiri, tetangga, ataupun teman sejawat.

Membebaskan utang orang lain Insya Allah memberikan jaminan pada kita untuk mendapat naungan Allah kelak di akhirat.

Sabda Rosulullah SAW :

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ أَنْظَرَ مُعْسِرًا أَوْ أَحَلَّهُ أَظَلَّهُ اللَّهُ فِي ظِلِّهِ
Artinya: “Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda: ‘Barangsiapa yang memberikan waktu kepada orang yang berhutang yang kesulitan atau membebaskannya, maka Allah akan menaunginya di bawah naungan-Nya.'” (HR. Muslim)

Dan juga:

عَنْ أَبِي قَتَادَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ سَرَّهُ أَنْ يُنْجِيَهُ اللَّهُ مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ فَلْيُنَفِّسْ عَنْ مُعْسِرٍ أَوْ يَضَعْ عَنْهُ

Artinya: “Dari Abu Qatadah RA, Rasulullah SAW bersabda: ‘Barangsiapa yang ingin Allah menyelamatkannya dari kesulitan hari kiamat, maka hendaklah dia memberikan waktu kepada orang yang berhutang yang kesulitan atau membebaskannya maka Allaah akan. Menaungi dengan naungan-nya

2. Memperbanyak sedekah harta

Mau masuk surga tanpa pernah bersedekah harta padahal memilikinya? Rasanya seperti pungguk merindukan bulan!

Memperbanyak pengeluaran uang untuk bersedekah Insya Allah menjadi jalan bagi yang ingin menjadikan harta sebagai kendaraan ke surga.

3. Mewakafkan harta

Bersedekah biasa saja ibarat memancing ikan dengan kail pancing dan perahu kecil untuk menangguk hasil pancingan yang alakadarnya.

Sedangkan mewakafkan harta benda berupa bangunan, ataupun pengairan, ibaratnya memancing ikan dengan jala besar dan kuat, serta menggunakan kapal besar yang mampu menampung beribu-ribu kilogram hasil tangkapan ikan. Sungguh dahsyat.

Jika kita dikaruniai banyak harta, cara paling cerdas untuk menjadikannya kendaraan ke surga adalah dengan berwakaf.

Firman Allah SWt :

لَنْ تَنَالُوا الْبِرَّ حَتَّى تُنْفِقُوا مِمَّا تُحِبُّونَ وَمَا تُنْفِقُوا مِنْ شَيْءٍ فَإِنَّ اللَّهَ بِهِ عَلِيمٌ

Artinya: “Kamu tidak akan mencapai kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan, maka sesungguhnya Allah mengetahuinya.” (Q.S. Al-Imran: 92)

Punya rumah berlebih. Mengapa tak diwakafkan saja daripada membuat pusing. Punya tanah berlebih. Wakafkan saja untuk pembangunan masjid panti yatim  atau lainnya Punya kendaraan lebih.. Sangat bisa diwakafkan untuk menjadi ambulans atau dipergunakan untuk keperluan membantu fakir miskin dan kaum dhuafa atau untuk antar jemput anak-anak yatim.

Sungguh beruntung orang sholih yang dikaruniai harta berlimpah, karena ia pasti menggunakannya sebagai modal besar untuk mencapai surga dan ridho Allah SWt.

Pertanyaannya, sudahkah kita mulai menjadikan harta kita sebagai kendaraan menuju surga, atau justru kita masih sibuk memenuhi urusan perut dan nafsu yang tak henti-henti ingin puas.

Mudah-mudahan Allah SWt berikan hati kita ilham untuk senantiasa rajin memboroskan harta kita di jalanNya.

Semoga kita diberikan kesehatan kekuatan keselamatan dan rizki yang luas dan berkah

Jangan lupa sedekah
ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻙَ ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟﻪَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻙَ ﻭَﺃَﺗُﻮْﺏُ ﺇِﻟَﻴْﻚَ
“Maha suci Engkau ya Alloh, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu”.

banner 728x250

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *