Khasanah Islam : Di Penghujung Ramadhan, Silaturahmi lah ke Orangtua agar Dosa mu di Ampuni

KHASANAH ISLAM

Oleh : Ustadz Wawan Juanda SH ( Ketua DPRD Kota Sukabumi )

Assalamualaikum Wr. Wb

Alhamdulillah, kita hampir sampai di penghujung bulan Suci Ramadhan. Walaupun berat untuk meninggalkan bulan yang mulia ini, namun kenyataan nya kita akan sebentar lagi akan meninggalkan bulan suci ramadhan yang mulia ini.

Di akhir bulan suci ramadhan ini, alangkah baik nya kita sudah merencanakan untuk bersilaturahmi serta menemui Orangtua yang melahirkan dan membesarkan kita. Karena Ridho Orangtua adalah salah satu penyelamat dunia akhirat kita. Segera lah minta ampunan Dosa dari Orangtua bila kita banyak salah dan khilaf, jangan lah sampai Dosa kita kepada Orangtua dapat menyeret kita ke Neraka Jahanam. Na’udzubillah..

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَوَصَّيْنَا الْاِ نْسَا نَ بِوَا لِدَيْهِ اِحْسَا نًا ۗ حَمَلَـتْهُ اُمُّهٗ كُرْهًا وَّوَضَعَتْهُ كُرْهًا ۗ وَحَمْلُهٗ وَفِصٰلُهٗ ثَلٰـثُوْنَ شَهْرًا ۗ حَتّٰۤى اِذَا بَلَغَ اَشُدَّهٗ وَبَلَغَ اَرْبَعِيْنَ سَنَةً ۙ قَا لَ رَبِّ اَوْزِعْنِيْۤ اَنْ اَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِيْۤ اَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلٰى وَا لِدَيَّ وَاَ نْ اَعْمَلَ صَا لِحًا تَرْضٰٮهُ وَاَ صْلِحْ لِيْ فِيْ ذُرِّيَّتِيْ ۗ اِنِّيْ تُبْتُ اِلَيْكَ وَاِ نِّيْ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ

wa washshoinal-ingsaana biwaalidaihi ihsaanaa, hamalat-hu ummuhuu kurhaw wa wadho’at-hu kurhaa, wa hamluhuu wa fishooluhuu salaasuuna syahroo, hattaaa izaa balagho asyuddahuu wa balagho arba’iina sanatang qoola robbi auzi’niii an asykuro ni’matakallatiii an’amta ‘alayya wa ‘alaa waalidayya wa an a’mala shoolihang tardhoohu wa ashlih lii fii zurriyyatii, innii tubtu ilaika wa innii minal-muslimiin

“Dan Kami perintahkan kepada manusia agar berbuat baik kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Masa mengandung sampai menyapihnya selama tiga puluh bulan, sehingga apabila dia (anak itu) telah dewasa dan umurnya mencapai empat puluh tahun, dia berdoa, “Ya Tuhanku, berilah aku petunjuk agar aku dapat mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau limpahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku, dan agar aku dapat berbuat kebajikan yang Engkau ridai; dan berilah aku kebaikan yang akan mengalir sampai kepada anak cucuku. Sungguh, aku bertobat kepada Engkau, dan sungguh, aku termasuk orang muslim.””
(QS. Al-Ahqaf 46: Ayat 15).

Dosa anak kepada orang tua seperti membentak dan menyakiti perasaan mereka dapat menjadi salah satu hal yang memicu kemurkaan Allah SWt serta menyeret anak tersebut ke neraka.

Islam adalah agama yang sangat memuliakan kedua orang tua. Dalam hadis riwayat Tarmidzi,

Rosulullah shallallahu alaihi wa sallam bahkan menyebutkan bahwa ridha Allah bergantung kepada ridha orang tua, dan murka Allah bergantung juga kepada murkanya.

Berbakti dan berbuat baik kepada orang tua adalah sebuah kewajiban yang diajarkan oleh Allah dan Rasul-Nya, sedangkan bersikap durhaka kepada mereka adalah sebuah dosa besar yang bisa membuat seseorang dimasukkan ke dalam neraka.

Hal ini termaktub dalam riwayat Ash-Shahihain dari Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rosulullah SAW pernah bersabda,

“Maukah kalian kuberi tahu tentang dosa paling besar? Yaitu, syirik kepada Allah dan durhaka kepada kedua orang tua.

Berikut ini adalah beberapa dosa anak kepada orang tua yang bisa membuatnya masuk ke dalam neraka meskipun amalnya di hal lain berlimpah:

1. Membentak Orang Tua.

Membentak orang tua adalah salah satu bentuk perilaku durhaka yang dibenci oleh Allah subhanahu wa ta’ala

Dalam surah Al-Isro, Allah SWt bahkan melarang seorang anak berkata “Ah” kepada orang tuanya.

وَقَضٰى رَبُّكَ اَلَّا تَعْبُدُوْٓا اِلَّآ اِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسٰنًاۗ اِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ اَحَدُهُمَآ اَوْ كِلٰهُمَا فَلَا تَقُلْ لَّهُمَآ اُفٍّ وَّلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيْمًا

“Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah engkau membentak keduanya, serta ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik.”

2. Menyakiti Orang Tua

Dari Abu At-Thufail, dia berkata, “Ali ditanya apakah Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam mengkhususkan untuk kalian sesuatu yang tidak dikhususkan untuk semua orang?”

Ali menjawab, “Rosulullah tidak mengkhususkan untuk kita sesuatu yang tidak dikhususkan untuk orang lain, kecuali sesuatu yang terdapat dalam sarung pedangku.”

Kemudian dia mengeluarkan lembaran darinya, dan tiba-tiba di dalamnya tertulis,

“Allah melaknat orang yang menyembelih tanpa menyebut nama Allah, orang yang mencuri tanda-tanda (batasan) tanah, orang yang menyakiti (melaknat) kedua orang tuanya, dan Alloh melaknat orang yang melindungi (menolong) pelaku kejahatan.”

3. Membuat Orang Tua Menangis

Menciptakan kesedihan di hati kedua orang tua juga merupakan sebuah perbuatan durhaka kepada orang tua.

Hal tersebut diterangkan oleh Rosulullah SAW dalam hadisnya yang berbunyi:

“Siapa membuat kesedihan hati ibu dan ayahnya, maka dia telah durhaka kepada keduanya,” (HR. Thabrani dari Ja’far bin Muhammad As Sholah).

4. Membuat Orang Tua Marah

Dalam hadis riwayat Baihaqi, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda:

مَن أصْبحَ مُطيعًا لله في والِدَيه أصْبحَ له بابانِ مَفتوحانِ مِن الجنَّة، وإنْ أمسى فمِثْل ذلك، ومَن أصْبحَ عاصيًا لله في والِدَيه أصْبحَ له بابانِ مَفتوحانِ إلى النَّار، وإنْ أمْسى فمِثْل ذلك، وإنْ كان واحدًا فواحدٌ، قال رجل: وإنْ ظَلَماه؟ قال: وإنْ ظَلَماه، وإنْ ظَلَماه، وإنْ ظَلَماه

“… Dan, barangsiapa pagi-pagi membuat marah kedua orangtuanya maka baginya dua pintu yang terbuka menuju neraka, dan jika ia sore-sore berbuat demikian maka baginya seperti itu dan kalau orangtua seorang maka ia mendapatkan satu pintu meskipun keduanya menganiaya, meskipun keduanya menganiaya, meskipun keduanya menganiaya.”
(HR Baihaqi)

5. Mencela Orang Tua

Mencela dan memaki orang tua merupakan dosa besar yang dapat menyeret seseorang ke dalam neraka, sebagaimana sabda Rosulullah SAW yang berbunyi:

إِنَّ مِنْ أَكْبَرِ الْكَبَائِرِ أَنْ يَلْعَنَ الرَّجُلُ وَالِدَيْهِ». قِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَكَيْفَ يَلْعَنُ الرَّجُلُ وَالِدَيْهِ قَالَ: «يَسُبُّ الرَّجُلُ أَبَا الرَّجُلِ، فَيَسُبُّ أَبَاهُ، وَيَسُبُّ أَمَّهُ

“Termasuk dosa besar, (yaitu) seseorang mencela dua orangtuanya.”

Mereka bertanya, “Wahai Rosulullah, adakah orang yang mencela dua orangtuanya?”

Beliau SAW menjawab, “Ya, seseorang mencela bapak orang lain, lalu orang lain itu mencela bapaknya. Seseorang mencela ibu orang lain, lalu orang lain itu mencela ibunya.” – (HR al-Bukhari-Muslim).

6. Memutus Silaturahmi dengan Orang Tua.

Ketika sudah dewasa, seringkali anak memilih untuk pergi jauh dari rumah dan beberapa memilih untuk tidak kembali mengunjungi keluarga dan orang tuanya tanpa tahu bahwa hal tersebut adalah perbuatan dosa yang bisa membawanya menuju api neraka, sebagaimana yang tertuang dalam hadis berikut:

“Tidak akan masuk surga orang yang memutus (silaturahmi).”
(HR Bukhari dan Muslim).

Allah juga menyebutkan bahwa Dia akan melaknat orang yang memutus silaturahmi keluarga sebagaimana firman-Nya yang berbunyi:

فَهَلْ عَسَيْتُمْ اِنْ تَوَلَّيْتُمْ اَنْ تُفْسِدُوْا فِى الْاَرْضِ وَتُقَطِّعُوْٓا اَرْحَامَكُمْ,اُولٰۤىِٕكَ الَّذِيْنَ لَعَنَهُمُ اللّٰهُ فَاَصَمَّهُمْ وَاَعْمٰٓى اَبْصَارَهُمْ

Artinya: “Maka apakah kiranya jika kamu berkuasa kamu akan membuat kerusakan di muka bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan? Mereka itulah orang-orang yang dilaknat oleh Allah. Lalu, Dia menulikan (pendengaran) dan membutakan penglihatan mereka
.” (QS. Muhammad: 22).

7. Tidak Mengakui Orang Tua

Dari hadis riwayat Ahmad, Rosulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda,

“Kelak pada hari kiamat Allah tidak akan berbicara dengan beberapa orang, Allah tidak akan mensucikan dosanya dan tidak memandang mereka dengan rasa kasih sayang, justru Allah akan menimpakan siksa yang pedih kepada mereka.”

Lalu sahabat bertanya, “Siapa mereka itu Ya Rosulallah?

Dan Rasulullah pun menjawab, “Yaitu orang yang menyatakan lepas diri dari kedua orang tuanya (tidak mengakui orang tua) marah kepada orang tuanya dan orang yang lepas tangan dari anaknya (tidak mengakui anak)” (HR Ahmad)

8. Menelantarkan Orang Tua

Saat kecil dan tidak berdaya, orang tua lah yang merawat dan membesarkan kita, maka dari itu sudah seharusnya seorang anak berbuat hal yang sama ketika orang tua sudah renta dan dalam kepayahan.

Dalam sebuah hadis, Rosulullah SAW bahkan menyebutkan bahwa orang yang tidak berbakti dan menelantarkan orang tuanya semasa hidup adalah orang yang celaka.

“Celakalah, celakalah, celakalah!” Beliau ditanya, “Siapa, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “(Celaka) orang yang mendapati salah satu atau kedua orang tuanya yang telah lanjut usia, kemudian tidak (membuatnya) masuk surga.”
(HR. Muslim)

9. Menajamkan Pandangan Kepada Orang Tua

Dalam surah Al-Isra ayat 23, dijelaskan bahwa seorang anak harus berbuat baik kepada kedua orang tuanya.

Ibnu Abbas pun menjelaskan, berbuat baik dalam hal ini berarti mencakup beberapa hal, diantaranya bersikap ramah dan lemah lembut, tidak bersikap kasar, tidak memberi menyinggung perasaan, termasuk tidak menajamkan pandangan, kepada orang tua.

10. Berlaku Zalim Kepada Orang Tua

مَا مِنْ ذَنْبِ أَجْدَرُ أَنْ يُعَجِّلَ اللَّهُ تَعَالَى لِصَاحِبِهِ الْعُقُوبَةَ فِى الدُّنْيَا مَعَ مَا يَدَّخِرُلَهُ فِى اْلآخِرَةِ مِنَ اْلبَغْىِ و قَطِيْعَةِ الرَّحِمِ

“Tidak ada dosa yang Allah cepatkan azabnya kepada pelakunya di dunia ini dan Allah juga akan mengazabnya di akhirat yang pertama adalah berlaku zalim, kedua memutuskan silaturahmi”
(HR Bukhari).

Semoga kita diberikan kesehatan kekuatan keselamatan dan rizki yang luas dan berkah.

Jangan lupa sedekah
ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻙَ ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟﻪَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻙَ ﻭَﺃَﺗُﻮْﺏُ ﺇِﻟَﻴْﻚَ
“Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu”.

banner 728x250

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *