KHASANAH ISLAM
Alhamdulillah, dalam kesempatan kita hidup di dunia, kita dapat di pertemukan kembali di bulan Rajab. Tidak terasa, kini kita sudah masuk di bulan Rajab, tepat nya di tanggal 1 rajab pada hari ini. Bulan Rajab adalah salah satu bulan mulia di mata Allah SWt selain bulan Ramadhan, bahkan Allah SWt mengingatkan kita untuk memperbanyak ibadah di bulan Rajab demi mempersiapkan diri sebelum memasuki bulan suci ramadhan. Salah satu ibadah ummat Islam yang di catat kemuliaan nya oleh Allah SWt adalah dengan besedekah serta mencintai Fakir Miskin, sebagaimana menjadi hal kebiasaan yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW yang sangat mencintai para fakir miskin.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَلَا يَأْتَلِ اُولُوا الْـفَضْلِ مِنْكُمْ وَا لسَّعَةِ اَنْ يُّؤْتُوْۤا اُولِى الْقُرْبٰى وَا لْمَسٰكِيْنَ وَا لْمُهٰجِرِيْنَ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ ۖ وَلْيَـعْفُوْا وَلْيَـصْفَحُوْا ۗ اَ لَا تُحِبُّوْنَ اَنْ يَّغْفِرَ اللّٰهُ لَـكُمْ ۗ وَا للّٰهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ
wa laa ya-tali ulul-fadhli mingkum was-sa’ati ay yu-tuuu ulil-qurbaa wal-masaakiina wal-muhaajiriina fii sabiilillaahi walya’fuu walyashfahuu, alaa tuhibbuuna ay yaghfirollohu lakum, wallohu ghofuurur rohiim
“Dan janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dan kelapangan di antara kamu bersumpah bahwa mereka (tidak) akan memberi (bantuan) kepada kerabat(nya), orang-orang miskin, dan orang-orang yang berhijrah di jalan Allah, dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak suka bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.”
(QS. An-Nur 24: Ayat 22).
MANFAAT MENCINTAI FAKIR MISKIN
Untuk menambah kecintaan kepada Rosulullah, kita dianjurkan untuk mengamalkan sunnah-sunnah nabi apalagi di bulan Rajab, adalah dengan beribadah membahagiakan fakir miskin dan anak yatim.
Salah satu perilaku yang bisa diterapkan adalah mencintai fakir miskin, sebagaimana dalam hadits Qudsi,
Allah SWt berfirman:
اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ فِعْلَ الْخَيْرَاتِ وَتَرْكَ الْمُنْكَرَاتِ وَحُبَّ الْمَسَاكِينِ وَأَنْ تَغْفِرَ لِى وَتَرْحَمَنِى وَإِذَا أَرَدْتَ فِتْنَةَ قَوْمٍ فَتَوَفَّنِى غَيْرَ مَفْتُونٍ أَسْأَلُكَ حُبَّكَ وَحُبَّ مَنْ يُحِبُّكَ وَحُبَّ عَمَلٍ يُقَرِّبُ إِلَى حُبِّكَ
“Wahai Muhammad, jika engkau sholat, ucapkanlah do’a:
Ya Allah, aku memohon kepada-Mu untuk mudah melakukan kebaikan dan meninggalkan kemungkaran serta aku memohon pada-Mu supaya bisa mencintai orang miskin, ampunilah (dosa-dosa)ku, rahmatilah saya, jika Engkau menginginkan untuk menguji suatu kaum maka wafatkanlah saya dalam keadaan tidak terfitnah. Saya memohon agar dapat mencintai-Mu, mencintai orang-orang yang mencintai-Mu dan mencintai amal yang dapat mendekatkan diriku kepada cinta-Mu)”.
Dalam lanjutan hadits Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan, “Ini adalah benar. Belajar dan pelajarilah”
. (HR. Tirmidzi )
Rosulullah SAW mengajarkan umatnya untuk saling mencintai, baik ia dari golongan kaya ataupun miskin. Mencintai orang miskin adalah tanda ikhlasnya cinta seseorang.
Berzakat, bersedekah merupakan salah satu cara untuk mencintai orang miskin, karena dengan menunaikannya kita dapat membantu mengatasi beban kehidupannya.
Ada banyak keutamaan dalam mencintai orang miskin diantaranya:
1.Mempermudah mendapat pertolongan dan rezeki dari Allah SWt.
Sabda Rosulullah SAW :
“Kalian hanyalah mendapat pertolongan dan rezeki dengan sebab adanya orang-orang lemah dari kalangan kalian”
(HR. Bukhari).
2. Mendekatkan diri dengan Allah SWt pada hari kiamat.
Dari hadits Anas bin Malik, Rosulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Orang-orang miskin itu masuk ke dalam surga 40 tahun sebelum orang-orang kaya. Wahai ‘Aisyah, janganlah engkau menolak orang miskin walau dengan sebelah kurma. Wahai ‘Aisyah, cintailah orang miskin dan dekatlah dengan mereka karena Alloh akan dekat dengan-Mu pada hari kiamat”, jawab Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam (HR. Tirmidzi)
3.Menerapkan wasiat Rosulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam
Rosulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah berwasiat pada Abu Dzar Al Ghifari di mana Abu Dzar berkata,
“Kekasihku (Rosulullah) shallallahu ‘alaihi wa sallam berwasiat kepadaku dengan enam hal:
(1) supaya aku mencintai orang-orang miskin dan dekat dengan mereka,
(2) Beliau memerintahkan aku agar aku melihat kepada orang yang berada di bawahku dan tidak melihat kepada orang yang berada di atasku,
(3) Beliau memerintahkan agar aku menyambung silaturahmi ku meskipun mereka berlaku kasar kepadaku,
(4) Aku dianjurkan agar memperbanyak ucapan laa hawla wa laa quwwata illa billah (tidak ada daya dan upaya kecuali dengan pertolongan Alloh),
(5) Aku diperintah untuk mengatakan kebenaran meskipun pahit,
(6) Beliau berwasiat agar aku tidak takut celaan orang yang mencela dalam berdakwah kepada Alloh.
Semoga kita semakin mencintai orang fakir miskin dan anak yatim.
Semoga kita diberikan kesehatan kekuatan keselamatan dan Rizki yang luas dan berkah. Aamiin Ya Robbal Aalamiin.
Jangan lupa sedekah
ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻙَ ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟﻪَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻙَ ﻭَﺃَﺗُﻮْﺏُ ﺇِﻟَﻴْﻚَ
“Maha suci Engkau ya Alloh, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu”.
Penyusun : Ustadz Wawan Juanda SH ( Ketua DPRD Kota Sukabumi )









