KHASANAH ISLAM
Oleh : Wawan Juanda SH ( Ketua DPRD Kota Sukabumi )
Pengertian berlomba-lomba dalam kebaikan di dalam Islam di sebut dengan istilah Fastabiqul Khairat. Istilah “fastabiqul khairat” berasal dari bahasa Arab, yang secara harfiah dapat di artikan agar di dalam keseharian kita melakukan hal – hal positif untuk berlomba-lomba dalam kebaikan mencari ridho nya Allah SWt.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَاَ قِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَاٰ تُوا الزَّکٰوةَ ۗ وَمَا تُقَدِّمُوْا لِاَ نْفُسِكُمْ مِّنْ خَيْرٍ تَجِدُوْهُ عِنْدَ اللّٰهِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ بِمَا تَعْمَلُوْنَ بَصِيْرٌ
wa aqiimush-sholaata wa aatuz-zakaah, wa maa tuqoddimuu li-angfusikum min khoiring tajiduuhu ‘ingdalloh, innalloha bimaa ta’maluuna bashiir
“Dan laksanakanlah sholat dan tunaikanlah zakat. Dan segala kebaikan yang kamu kerjakan untuk dirimu, kamu akan mendapatkannya (pahala) di sisi Allah. Sungguh, Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.”
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 110).
Fastabiqul Khairat dalam pengartiannya
Fastabiqul khairat dapat diterapkan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk:
Pendidikan:
Bekerja dengan giat, jujur, dan memberikan hasil terbaik.
Menjalin hubungan yang harmonis dengan keluarga, berbakti kepada orang tua, dan menyayangi saudara.
Turut serta dalam kegiatan sosial, membantu tetangga, dan menjaga ketertiban lingkungan.
Melaksanakan ibadah dengan khusyuk, memperbanyak amalan sunnah, dan menjauhi perbuatan maksiat.
Dengan mengamalkan fastabiqul khairat, umat Islam diharapkan dapat menjadi pribadi yang lebih baik, meningkatkan kualitas diri, dan meraih ridha Alloh SWT.
Prinsip Faatabiqul Khairat atau berlomba dalam kebaikan ini mengajarkan umat Islam untuk berkompetisi dalam melakukan amal sholeh , seperti memberi sedekah, menolong sesama, berbuat baik kepada orang lain, dan melakukan perbuatan baik lainnya.
Prinsip Fastabiqul Khairat bersumber dari beberapa ayat Al-Qur’an dan hadis Nabi Muhammad SAW yang menekankan pentingnya berbuat kebaikan dan saling membantu sesama.
Salah satunya dalam Surat Al-Baqarah ayat 148:
وَلِكُلٍّ وِّجۡهَةٌ هُوَ مُوَلِّيۡهَا ۚ فَاسۡتَبِقُوا الۡخَيۡرٰتِؕ اَيۡنَ مَا تَكُوۡنُوۡا يَاۡتِ بِكُمُ اللّٰهُ جَمِيۡعًا ؕ اِنَّ اللّٰهَ عَلٰى كُلِّ شَىۡءٍ قَدِيۡرٌ
Dan setiap umat mempunyai kiblat yang dia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah kamu dalam kebaikan. Di mana saja kamu berada, pasti Allah akan mengumpulkan kamu semuanya. Sungguh, Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.
(QS Al Baqarah : 148)
Dalam praktiknya, umat Islam diharapkan untuk bersaing dalam melakukan amal baik tanpa memikirkan apakah amal tersebut besar atau kecil, tetapi semata-mata untuk mendekatkan diri kepada Alloh SWT dan meningkatkan kualitas kehidupan bermasyarakat.
Secara konseptual, fastabiqul khairat juga menunjukkan bahwa dalam kebaikan tidak ada yang kalah atau menang, karena setiap kebaikan yang dilakukan oleh seseorang akan memberikan manfaat baik dalam kehidupan dunia maupun akhirat.
Contoh Fastabiqul Khairat dalam Kehidupan Sehari-hari
Dalam setiap contoh kehidupan sehari-hari, biasanya fastabaqul khairat menunjukkan semangat untuk saling bersaing dalam kebaikan dengan tujuan untuk mendekatkan diri kepada Alloh SWT dan membantu sesama manusia. Tindakan-tindakan ini tidak hanya memberikan manfaat langsung kepada penerima, tetapi juga membawa berkah dan kebaikan bagi pelakunya sendiri serta masyarakat secara keseluruhan.
Berikut beberapa contoh Fastabiqul Khairat.
1.Bersedekah
Berlomba-lomba menyumbang sebanyak mungkin sesuai kemampuan masing-masing.
2. Menolong sesama
Misalnya ketika ada tetangga yang butuh bantuan dalam menjalankan tugas sehari-hari, seperti membantu membawa barang belanjaan atau membersihkan halaman, umat Islam berlomba-lomba memberikan pertolongan.
3. Berbuat baik kepada orang lain
Misalnya, dalam situasi di mana ada seseorang yang membutuhkan bantuan untuk belajar atau mencari pekerjaan, umat Muslim memberikan dukungan moral, bimbingan, atau informasi yang bermanfaat.
4. Menjaga lingkungan
Ketika ada kegiatan bersih-bersih lingkungan atau penghijauan, umat Muslim bergegas untuk ikut serta dalam upaya pelestarian alam dan lingkungan hidup.
5. Menyebarkan Ilmu dan Edukasi
Umat Muslim bersaing untuk berkontribusi dalam pendidikan dan pengetahuan dengan menyebarkan ilmu yang bermanfaat, baik melalui pengajaran formal maupun informal.
6. Menyediakan makanan untuk orang yang berpuasa
Ketika ada anggota komunitas yang sakit atau yang sedang berpuasa, umat Muslim berlomba-lomba untuk mengunjungi dan memberikan semangat atau menyediakan makanan untuk berbuka puasa.
7. Menengok tetangga yang sedang tertimpa musibah seperti sakit atau meninggal dunia
Ketika mendengar ada teman, tetangga di sekitar kita sakit atau meninggal dunia, kita melayat dan mengunjunginya. Meski sekadar untuk bersimpati dan mengucapkan bela sungkawa, atau memberi semangat agar lekas sembuh dari sakitnya.
8. Menyantuni orang miskin dan anak yatim di sekitar.
Tidak semua tetangga atau warga di sekitar kita adalah orang yang berada, bisa jadi ada yang mengalami kesusahan ekonomi, anak-anak yatim dan kaum dhuafa lainnya. Sebagai tetangga yang baik, kita juga dianjurkan untuk menyantuni mereka dengan berbagi.
9. Memakmurkan masjid di sekitar tempat tinggal.
Sebagai tempat ibadah dan berkumpulnya umat, masjid juga harus dimakmurkan, dipelihara dan dirawat dengan baik.
10. Ikut aktif dalam kegiatan sosial dan lain sebagainya.
Semoga kita diberikan kesehatan kekuatan keselamatan dan rizki yang luas dan berkah
Jangan lupa sedekah
ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻙَ ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟﻪَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻙَ ﻭَﺃَﺗُﻮْﺏُ ﺇِﻟَﻴْﻚَ
“Maha suci Engkau ya Alloh, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu”.








