Khasanah Islam : Berikanlah Ilmu Agama mu kepada yang Awam, dan janganlah kau rendahkan Orang Awam

KHASANAH ISLAM

Oleh : Ustadz Wawan Juanda SH ( Ketua DPRD Kota Sukabumi )

Assalamualaikum Wr. Wb

Dalam pemahaman ilmu Agama Islam, Tidak semua orang terlahir di tengah keluarga yg paham tentang agama,

Tidak semua orang terlahir dari keluarga yg mampu membiayai pendidikannya,

Tidak semua orang terlahir di tengah lingkungan yg di kelilingi orang – orang shalih.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

فَاَ قِمْ وَجْهَكَ لِلدِّيْنِ حَنِيْفًا ۗ فِطْرَتَ اللّٰهِ الَّتِيْ فَطَرَ النَّا سَ عَلَيْهَا ۗ لَا تَبْدِيْلَ لِخَـلْقِ اللّٰهِ ۗ ذٰلِكَ الدِّيْنُ الْقَيِّمُ ۙ وَلٰـكِنَّ اَكْثَرَ النَّا سِ لَا يَعْلَمُوْنَ
fa aqim waj-haka lid-diini haniifaa, fithrotallohillatii fathoron-naasa ‘alaihaa, laa tabdiila likholqillaah, zaalikad-diinul qoyyimu wa laakinna aksaron-naasi laa ya’lamuun

“Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Islam); (sesuai) fitrah Allah disebabkan Dia telah menciptakan manusia menurut (fitrah) itu. Tidak ada perubahan pada ciptaan Allah. (Itulah) agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui,”
(QS. Ar-Rum 30: Ayat 30).

Sungguh ada banyak sebab dan hal yg tidak kita ketahui dalam diri seseorang, maka hentikan bila hari ini kita masih terburu2 menghakimi dan memberi julukan yg buruk, apa lagi sampai merendahkan bahkan menertawakan dosa-dosanya.

Karena tidak ada alasan kita boleh merendahkan dan meremehkan orang lain, sekalipun dia adalah pelaku maksiat.

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata,

وَكُلُّ مَعْصِيَةٍ عُيِّرَتْ بِهَا أَخَاكَ فَهِيَ إِلَيْكَ يَحْتَمِلُ أَنْ يُرِيْدَ بِهِ أَنَّهَا صَائِرَةٌ إِلَيْكَ وَلاَ بُدَّ أَنْ تَعْمَلَهَا

“Setiap maksiat yang dijelek-jelekkan pada saudaramu, maka itu akan kembali padamu. Maksudnya, engkau bisa dipastikan melakukan dosa tersebut.” (Madarijus Salikin, 1: 176)

Dengan demikian bisa jadi kita yg saat ini merasa cukup alim dan shalih sehingga merasa aman, menjadi bangga dengan ibadahnya, dan akhirnya tergelincir dalam dosa, sebab mudah meremehkan serta merasa ujub.

Di satu sisi ada seseorang yg kita nilai hina melakukan dosa, namun ia diam2 bangun di keheningan malam, mengetuk pintu langit, menangisi, menyesali, dan memohon ampun kepada Allah atas segala dosa2 nya, dan Allah pun mengampuninya.

Maka siapa yg saat itu yg lebih baik di mata Allah? seorang yg berdosa yg menangisi dosanya atau seorang yg shalih yg bangga dgn ibadahnya?

Simak bagaimana ungkapan Al-Hasan al-Bashri rahimahullah beliau mengatakan,

إِنَّ الرَّجُلَ يُذْنِبُ الذَّنْبَ فَلَا يَنْسَاهُ وَمَا يَزَالُ مُتَخَوِّفًا مِنْهُ حَتَّى يَدْخُلَ الْجَنَّةَ

“Sungguh ada seorang yang melakukan dosa lantas dia senantiasa ingat dosa tersebut dan khawatir dampak buruknya. Akhirnya dia pun masuk surga karenanya.” (Az-Zuhd karya Imam Ahmad nomor 338)

Begitulah terkadang perbuatan dosa itu bisa menjadi ‘sebab’ masuk surga.

Hal ini bisa terjadi manakala dosa tersebut membuahkan inabah.

Inabah adalah kondisi ibadah dan amal sholih setelah berbuat dosa dan bertaubat jauh meningkat drastis dibandingkan kondisi sebelum berbuat dosa, sehingga ia semakin menjadi lebih baik, dan hal ini ia dijadikan motivasi untuk selalu semangat beribadah dan beramal shalih.

Oleh karena itu wahai saudara ku, Andai kau tau bagaimana perjuangan seorang pendosa dalam menemukan jalan kembali kepada-Nya, tentu kau takkan pernah merasa jumawa dihadapannya.

Maka jgn pernah bangga dgn kebaikan dan keshalihan yg kita miliki, janganlah kita merendahkan dan menertawakan dosa orang lain, Sebab bisa jadi Allah akan mengampuni mereka atas ketidaktahuannya, Tetapi Allah pasti akan menghukum kamu atas kesombongan mu.

Semoga hal ini menjadi renungan untuk kita semua.
Ingat, Tugas kita hanya menasehati dan mengingatkan, bukan memaksa apa lagi merendahkan.
Dan jangan lupa untuk senantiasa mendo’a kan keluarga, saudara, teman, tetangga dan mereka semua yg masih dlm kelalaian agar mendapat hidayah.
Karena kita semua masih perlu hidayah dan hanya Allah lah yg dapat mengambil atau memberikan taufiq dan hidayah
Jangan lupa sedekah

ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻙَ ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟﻪَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻙَ ﻭَﺃَﺗُﻮْﺏُ ﺇِﻟَﻴْﻚَ
“Maha suci Engkau ya Alloh, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu”.

banner 728x250

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *