Khasanah Islam : Balasan Bagi Seorang Istri yang tidak Taat kepada Suaminya

KHASANAH ISLAM

Dalam Islam, rumah tangga dibangun atas dasar kasih sayang dan saling menghormati antara suami dan istri. Namun, Allah SWt menetapkan bahwa suami adalah pemimpin bagi keluarganya, dan istri wajib taat kepada suami selama tidak dalam hal maksiat kepada Allah SWt.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَمَنْ يَّعْمَلْ مِنَ الصّٰلِحٰتِ مِنْ ذَكَرٍ اَوْ اُنْثٰى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَاُ ولٰٓئِكَ يَدْخُلُوْنَ الْجَـنَّةَ وَلَا يُظْلَمُوْنَ نَقِيْرًا
wa may ya’mal minash-shoolihaati ming zakarin au ungsaa wa huwa mu-minung fa ulaaa-ika yadkhuluunal-jannata wa laa yuzhlamuuna naqiiroo

“Dan barang siapa mengerjakan amal kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan sedang dia beriman, maka mereka itu akan masuk ke dalam surga dan mereka tidak dizalimi sedikit pun.”
(QS. An-Nisa’ 4: Ayat 124)

Ketaatan istri kepada suami merupakan ibadah yang besar pahalanya, dan sebaliknya, kedurhakaan istri menjadi dosa yang berat di sisi Alloh.

Alloh Ta‘ala berfirman dalam Al-Qur’an:

“Kaum laki-laki adalah pemimpin bagi kaum wanita, karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (wanita), dan karena mereka telah menafkahkan sebagian dari harta mereka.”
(QS. An-Nisā’: 34)

Ayat ini menjelaskan bahwa suami memiliki kedudukan sebagai qawwam (pemimpin) dalam rumah tangga. Maka, ketaatan istri kepada suami termasuk bagian dari ketaatannya kepada Alloh.

Kewajiban Istri untuk Taat kepada Suami
Rasulullah  bersabda:

“Apabila seorang wanita melaksanakan salat lima waktu, berpuasa di bulan Ramadan, menjaga kemaluannya, dan taat kepada suaminya, maka ia akan masuk surga dari pintu mana saja yang ia kehendaki.”
(HR. Ibnu Hibban dan Ahmad)

Hadis ini menunjukkan bahwa ketaatan kepada suami adalah amalan besar yang dapat mengantarkan istri menuju surga.

Balasan Bagi Istri yang Tidak Taat kepada Suami

Sebaliknya, Rosulullah  juga memperingatkan keras tentang dosa istri yang durhaka kepada suami, di antaranya:

1.Tidak Diterima Amal Ibadahnya

Sabda Rosululloh saw :

“Dua golongan salat mereka tidak akan naik (tidak diterima) melebihi kepala mereka sejengkal: seorang hamba yang lari dari tuannya sebelum dimerdekakan, dan seorang wanita yang durhaka kepada suaminya.”
(HR. Thabrani dan Hakim)

Artinya, amal seorang istri yang durhaka kepada suami tidak diterima oleh Allah sampai ia kembali taat dan meminta maaf kepada suaminya.

2. Malaikat Melaknatnya

Rosulullah  bersabda:
“Apabila seorang istri bermalam dalam keadaan meninggalkan tempat tidur suaminya (tanpa alasan syar’i), maka malaikat melaknatnya sampai pagi.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Ini menggambarkan betapa berat dosa istri yang menolak atau tidak mau melayani suami tanpa alasan yang dibenarkan.

3.Tidak Dapat Mencium Bau Surga

Rosulullah  bersabda:

“Wanita mana saja yang menyakiti suaminya di dunia, maka istrinya dari bidadari surga akan berkata: ‘Janganlah kamu menyakiti dia, semoga Allah memerangimu, karena dia di sisimu hanyalah tamu, sebentar lagi dia akan datang kepada kami.’”
(HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Istri yang tidak menghormati dan menyakiti suami terancam tidak mendapat kedudukan mulia di akhirat.

Bentuk Ketidaktaatan Istri yang Harus Dihindari adalah ;

1.Menentang perintah suami dalam hal yang baik.

2.Keluar rumah tanpa izin suami.

3.Menolak hubungan suami istri tanpa alasan syar’i.

4.Berbicara kasar atau membentak suami.

5.Menyebarkan aib suami kepada orang lain.

Ketaatan kepada suami bukan berarti merendahkan martabat istri, melainkan bentuk penghambaan kepada Alloh. Istri yang taat kepada suami akan memperoleh:

Istri yang tidak taat kepada suami akan mendapat:
Amal ibadah tidak diterima,
Laknat malaikat,
Ancaman jauh dari surga.

Sebaliknya, istri yang taat akan mendapatkan:
Pahala besar,
Ridho Alloh,
Surga dari pintu mana saja yang ia kehendaki.

Semoga kita diberikan kesehatan kekuatan keselamatan dan rizki yang luas dan berkah

Jangan lupa sedekah
ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻙَ ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟﻪَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻙَ ﻭَﺃَﺗُﻮْﺏُ ﺇِﻟَﻴْﻚَ

“Maha suci Engkau ya Alloh, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu”.

Penyusun : Ustadz Wawan Juanda SH ( Ketua DPRD Kota Sukabumi )

banner 728x250

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *