Khasanah Islam : 10 Ciri Rumah yang Penuh Keberkahan

KHASANAH ISLAM

Oleh : Ustadz Wawan Juanda SH ( Ketua DPRD Kota Sukabumi )

Assalamualaikum Wr. Wb

Memiliki rumah yang dipenuhi keberkahan tentu menjadi keinginan setiap orang. Melalui keberkahan, kehidupan akan diliputi oleh kebaikan demi kebaikan, baik di dunia dan di akhirat kelak.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَاَ وْحَيْنَاۤ اِلٰى مُوْسٰى وَاَ خِيْهِ اَنْ تَبَوَّاٰ لِقَوْمِكُمَا بِمِصْرَ بُيُوْتًا وَّا جْعَلُوْا بُيُوْتَكُمْ قِبْلَةً وَّاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَ ۗ وَبَشِّرِ الْمُؤْمِنِيْنَ

wa auhainaaa ilaa muusaa wa akhiihi ang tabawwa-aa liqoumikumaa bimishro buyuutaw waj’aluu buyuutakum qiblataw wa aqiimush-sholaah, wa basysyiril-mu-miniin

“Dan Kami wahyukan kepada Musa dan saudaranya, “Ambillah beberapa rumah di Mesir untuk (tempat tinggal) kaummu dan jadikanlah rumah-rumahmu itu tempat ibadah dan laksanakanlah sholat serta gembirakanlah orang-orang mukmin.””
(QS. Yunus 10: Ayat 87).

Rumah sebagai tempat tinggal yang mengandung keberkahan, tidak cukup dilihat dari wujud bangunan fisiknya yang terlihat megah ataupun mewah. Akan tetapi, lebih penting untuk memperhatikan kondisi rumah tersebut yang selalu menebar aura kebaikan, ketentraman, dan kedamaian.

Rumah yang berkah tentu akan membuat orang yang menghuninya merasa betah tinggal di dalamnya. Lantas, apa saja ciri-ciri rumah yang dipenuhi keberkahan?

Berikut ini beberapa ciri rumah yang dipenuhi keberkahan.

1. Rumah yang Diterangi Cahaya Islam

Rumah yang diterangi cahaya Islam ialah rumah yang para penghuninya tidak hanya memikirkan urusan duniawi semata, tetapi setiap aktivitas di dalamnya selalu ditujukan untuk meraih keberuntungan di akhirat.

Cahaya Islam yang masuk ke dalam hati seorang hamba juga akan membuat hatinya menjadi luas, lapang, dan terang. Sebagaimana firman Alloh SWT dalam surat Al-An’am ayat 125:

مَن يُرِدِ ٱللَّهُ أَن يَهْدِيَهُۥ يَشْرَحْ صَدْرَهُۥ لِلْإِسْلَٰمِ

“Barangsiapa yang Alloh menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk (memeluk agama) Islam.”
(QS Al-An’am: 125).

Maka dari itu, rumah seluas apapun akan terasa sempit jika penghuninya tidak mendapatkan cahaya Islam. Sebaliknya, rumah sekecil dan sesederhana apapun akan terasa lapang jika penghuninya diterangi cahaya Islam.

2. Kondisi Rumah yang Membawa Kesejukan dan Ketenteraman.

Kesejukan rumah seorang muslim ditandai dengan aura yang membawa kedamaian, ketentraman, dan ketenangan bagi para penghuninya. Melalui Al-Qur’an surat An-Nahl ayat 80, Alloh SWT berfirman:

وَٱللَّهُ جَعَلَ لَكُم مِّنۢ بُيُوتِكُمْ سَكَنًا

“Dan Allah menjadikan bagimu rumah-rumahmu sebagai tempat tinggal.”
(QS An-Nahl: 80).

3. Penghuninya Diliputi Kesyukuran.

Salah satu ciri rumah yang dipenuhi keberkahan adalah rumah yang para penghuninya bersyukur. Sebab, nikmat akan bertambah apabila seseorang pandai bersyukur. Dengan bertambahnya nikmah, maka akan tercipta kebahagiaan dan kesenangan. Alloh SWT berfirman dalam surat Ibrahim ayat 7:

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِى لَشَدِيدٌ

“Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.”
(QS Ibrahim: 7).

4.Rumah yang Dipenuhi Cinta dan Kasih Sayang Penghuninya.

Rumah yang berkahCiri rumah yang diberkahi Alloh
dapat terwujud apabila diliputi kasih sayang, penjagaan, kecintaan, dan kelembutan di antara para penghuninya. Sebab, cinta dan kasih sayang akan membawa menuju kebaikan. Sebaliknya, tidak akan tercipta rumah yang berkah apabila di antara penghuninya selalu bertengkar, berselisih, ataupun bermusuhan.

5.Rumah yang Dipenuhi Aura Kemuliaan.

Rumah yang dipenuhi aura kemuliaan dapat terwujud apabila setiap tamu yang mengunjungi rumahnya selalu dimuliakan. Hal ini juga dapat membuat para tamu yang berkunjung merasa dihargai, senang, dan ikut merasakan kehangatan di rumah tersebut.

Islam telah mengaitkan keimanan seorang mukmin dengan memuliakan tamu yang datang ke rumahnya. Rosulullah SAW bersabda, “Barangsiapa beriman kepada Alloh dan hari kiamat, hendaklah ia memuliakan tamunya.”
(HR Bukhari dan Muslim).

6.Rumah yang diisi majelis dzikir

فَاذۡكُرُوۡنِىۡٓ اَذۡكُرۡكُمۡ وَاشۡکُرُوۡا لِىۡ وَلَا تَكۡفُرُوۡنِ

“Ingatlah kalian kepada-Ku, niscaya Aku ingat pula kepadamu. Bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kalian kufur.”
(QS: Al-BaOarah [2]: 152).

Berdzikir dan bersyukur harus selalu menjadi bagian dari pendekatan ibadah kepada Alloh. Jika hal ini direalisasikan dalam kegiatan berumah tangga, maka akan terbentuklah keluarga yang sakīnah, mawaddah, dan rahmah.

Rumah tangga tersebut disinari cahaya llahi ke dalam hati-hati penghuninya sehingga hati mereka menjadi tenteram. Dalam Al-Quran, Alloh Swt menyatakan, (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Alloh.

اَلَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا وَتَطۡمَٮِٕنُّ قُلُوۡبُهُمۡ بِذِكۡرِ اللّٰهِ‌ ؕ اَلَا بِذِكۡرِ اللّٰهِ تَطۡمَٮِٕنُّ الۡقُلُوۡبُ

“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Alloh. Ingatlah, hanya dengan mengingat Alloh hati menjadi tenteram.” (QS: Al-Ra’d [13) 28).

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا. وَسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلا

Hai orang-orang yang beriman, berdzikirlah kepada Alloh, dzikir yang banyak ,dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang.” (QS: Al-Ahzäb 41-42).

Konsep rumah ideal bagi seorang mukmin adalah rumah yang memenuhi kriteria marhamah, muthma ‘innah, dan mubarakah

“Sesungguhnya rumah yang disebutkan di dalamnya nama Alloh, Ia akan bersinar pada penghuni langit sebagaimana lampu yang menyinari penghuni rumah yang gelap gulita. Dan sesungguhnya rumah yang tidak disebutkan di dalamnya nama Allah, ia akan menjadi gelap bagi penghuninya.”’

Ini menjelaskan bahwa rumah yang dijadikan tempat berdzikir akan diberi nur llahi bagi penghuninya cahaya ketenangan, cahaya ketenteraman, cahaya keharmonisan dan kerukunan. Cahaya tersebut merupakan berkah.

Tetapi jika rumah tersebut kosong dari dzikir dan syukur dari penghuninya, rumah tersebut akan menjadi gelap gulita bahkan ada yang mengatakan rumahnya laksana kuburan. Karena itu, bagaimana mungkin rumah yang kosong dari dzikir kepada Alloh dapat memberikan ketenangan? Jika demikian, berkah Allah tidak akan terpancar di dalamnya.

Rosulullah  memberikan perumpamaan dalam sebuah haditsnya, “Perumpamaan rumah yang di dalamnya terdapat zikrullah dan rumah yang tiada zikrullah seperti orang yang hidup dan orang yang mati.

7.Rumah yang selalu dibacakan Al-Quran

Dalam Al-Qur’an, Alloh Swt berfirman;

يٰۤاَيُّهَا النَّاسُ قَدۡ جَآءَتۡكُمۡ مَّوۡعِظَةٌ مِّنۡ رَّبِّكُمۡ وَشِفَآءٌ لِّمَا فِى الصُّدُوۡرِۙ وَهُدًى وَّرَحۡمَةٌ لِّـلۡمُؤۡمِنِيۡنَ

“Wahai manusia! Sungguh, telah datang kepadamu pelajaran (Al-Our’an) dari Tuhanmu, penyembuh bagi penyakit yang ada dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang yang beriman.” (QS: Yünus [10]: 57).

وَنُنَزِّلُ مِنَ الۡـقُرۡاٰنِ مَا هُوَ شِفَآءٌ وَّرَحۡمَةٌ لِّـلۡمُؤۡمِنِيۡنَ‌ۙ وَلَا يَزِيۡدُ الظّٰلِمِيۡنَ اِلَّا خَسَارًا‏

“Dan Kami turunkan dari Al-Qur’an(sesuatu) yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang yang beriman, sedangkan bagi orang yang dzalim (Al-Qur’anitu) hanya akan menambah kerugian.
” (QS: Al-Isrâ’ [17]: 82).

Al-Qur’an menjadi penasihat penawar hati yang sedang gelisah, tidak tenang. dada terasa sempit. la menjadi petunjuk dan rahmat bagi manusia.

Cahaya Al-Qur’an masuk ke dalam hati hamba yang beriman sehingga memberikan ketenangan dan ketentraman. Cahaya Al-Qur’an menyinari rumah-rumah mereka.

Lantunan ayat-ayat Al-Qur’an selalu menggema, menyelimuti sekitar rumah. Rosulullah bersabda, “Sinarilah rumah-rumah kamu sekalian dengan bacaan Al-Qur’an.”

Al-Qur’an sendiri mengungkapkan, “Dan apabila dibacakan Al-Qur’an, maka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat,”
(QS: Al-A‘raf [7]: 204).

Rosulullah SAW bersabda :

لاَ تَجْعَلُوا بُيُوتَكُمْ مَقَابِرَ إِنَّ الشَّيْطَانَ يَنْفِرُ مِنَ الْبَيْتِ الَّذِى تُقْرَأُ فِيهِ سُورَةُ الْبَقَرَةِ

“Janganlah kalian menjadikan rumah-rumah kalian seperti kuburan, sesungguhnya setan lari dari rumah yang dibacakan padanya Surat Al-Baqarah.”
(HR: Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu).

اجْعَلُوا مِنْ صَلاَتِكُمْ فِى بُيُوتِكُمْ وَلاَ تَتَّخِذُوهَا قُبُورًا

“Jadikanlah sebagian shalat kalian (yaitu shalat-shalat sunnah) di rumah-rumah kalian, dan janganlah menjadikan rumah-rumah kalian seperti kuburan (yang tidak boleh dilakukan shalat padanya).”
(HR: Muslim dari Ibnu Umar ra).

Menurut para ulama tafsir, adanya perintah menyimak bacaan Al-Qur’an berarti adanya perintah membaca Al-Qur’an. Jika mendengar saja sudah mengundang rahmat, apalagi membacanya.

8. Rumah yang mengurusi anak yatim dengan baik.

Anak-anak yatim perlu mendapatkan kasih sayang dan kepedulian. Mengabaikan kepedulian terhadap mereka termasuk golongan orang-orang yang mendustakan agama.

اَرَءَيْتَ الَّذِيْ يُكَذِّبُ بِالدِّيْنِ

فَذٰلِكَ الَّذِيْ يَدُعُّ الْيَتِيْمَ

Alloh Swt. berfirman, “Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama? Itulah Orang yang menghardik anak yatim. Dan tidak menganjurkan memberi makan Orang miskin.
” (QS: Al-Ma’un [107] 1-3).

Menurut ayat ini ada dua hal yang menyebabkan seseorang tergolong  pendusta agama, yaitu menghardik anak yatim dan tidak mau menganjurkan memberi makan Orang miskin. Rosulullah  bersabda;

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: خَيْرُ بَيْوْتِكُمْ بَيْتٌ فِيْهِ يَتِيْمٌ مُكْرَمٌ -أبو نعيم

Rosulullah  Shallallahu Alaihi Wasallam telah bersabda, ”Sebaik-baik rumah kalian, rumah di dalamnya yatim yang dimuliakan.
” (Riwayat Abu Nu’aim,)

Rasulullah  menilai bahwa rumah yang paling baik adalah rumah yang di dalamnya ada anak yatim yang diasuh dengan baik. Sebaliknya, seburuk-buruk rumah adalah jika ada anak yatim di rumah tersebut tetapi tidak diasuh dengan baik.

9. Rumah yang selalu menjamu dan menghormati  tamu

Untuk menjalin silaturahim Islam mengajarkan untuk berkunjung ke rumah keluarga, kerabat terdekat, teman, dan yang lainnya. Sebagai indikasi orang yang beriman, kita diperintahkan untuk menghormati tamu dan orang-orang yang berkunjung ke rumah kita.

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَاْليَوْمِ اْلأخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ

“Barang siapa yang beriman pada Alloh dan hari akhir maka hendaklah dia memuliakan tamunya.
” (HR. Bukhari).

Masa toleransi  bertamu adalah sehari semalam, sedangkan untuk menginap sampai tiga hari. Adapun selebihnya dari itu, maka dianggap sedekah.’

إِذَا دَخَلَ الضَّيْفُ عَلَى الْقَوْمِ دَخَلَ بِرِزْقِهِ وَإِذَاخَرَجَ خَرَجَ بِمَغْفِرَةِ ذُنُوْبِهِمْ

“Ketika tamu datang pada suatu kaum, maka ia datang dengan membawa rezekinya. Ketika ia keluar dari kaum, maka ia keluar dengan membawa pengampunan dosa bagi mereka.
” (HR. Ad-Dailami).

Beliau juga bersabda, “Sesungguhnya para malaikat senantiasa memohonkan rahmat kepada Alloh untuk seseorang di antara kamu selama hidangannya masih diletakkan (belum diangkat untuk disimpan).”
(HR:At-Tirmidzi).

“Barangsapa memberi makan kepada seorang Muslim makanan yang diinginkanya, maka Alloh mengharamkannya dari api neraka.”
(HR: Al-Hakim).

“Apabila Alloh menghendaki kebaikan untuk suatu kaum, maka akan diberi hadiah berupa tamu yang akan singgah dengan membawa rezekinya dan pulang pun dengan rezekinya. Sungguh Alloh mengampuni dosa orang-orang yang berada di rumah tersebut.”
(HR: Abu Syeikh).

10. rumah yang selalu didatangi orang alim

Ulama adalah pewaris para nabi. Kita dianjurkan memuliakannya.

شَهِدَ ٱللَّهُ أَنَّهُۥ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ وَٱلْمَلَٰٓئِكَةُ وَأُو۟لُوا۟ ٱلْعِلْمِ قَآئِمًۢا بِٱلْقِسْطِ ۚ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ٱلْعَزِيزُ ٱلْحَكِيمُ

“Alloh menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan melainkan Dia (yang berhak disembah), Yang menegakkan keadilan. Para Malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). Tak ada Tuhan melainkan Dia (yang berhak disembah), Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
” (QS: Ali Imran [3]: 18).

وقال صلى الله عليه وسلم : من نظر إلى وجه العالم نظرة ففرح بها خلق الله تعالى من تلك النظرة ملكا يستغفر له إلى يوم القيامة. (من كتاب لباب الحديث)

Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa memandang wajah orang alim dengan satu pandangan lalu ia merasa senang dengannya, maka Allahu ta’ala menciptakan malaikat dari pandangan itu dan memohonkan ampun kepadanya sampai hari kiamat.”

Semoga rumah kita menjadi rumah yang berkah.

Semoga Alloh selalu memberikan kemudahan dan menjauhkan diri dari segala kesulitan.

Semoga kita diberikan kesehatan kekuatan keselamatan dan rizki yang luas dan berkah

Jangan lupa sedekah
ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻙَ ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟﻪَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻙَ ﻭَﺃَﺗُﻮْﺏُ ﺇِﻟَﻴْﻚَ
“Maha suci Engkau ya Alloh, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu”.

banner 728x250

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *