Sukabumi, West Java Post
Hujan deras yang mengguyur Kota Sukabumi pada Jumat, 05/12/25 kemarin, membuat luapan debit air di Daerah Aliran Sungai serta drainase meningkat, sehingga air meluap ke jalan raya utama kota sukabumi yang menimbulkan genangan air menutup jalan utama.
Banyak jalan raya utama di kota sukabumi yang tergenang banjir, salah satu nya seperti di daerah cimanggah, dan juga cikole, air menggenangi jalan raya utama yang membuat kekhawatiran trauma warga, mengingat sebelum nya telah terjadi bencana banjir besar di Sumatera yang viral di berbagai media sosial.

Foto : Genangan banjir di jalan raya cimanggah kota sukabumi
Ketika air tergenang di jalan raya utama, otomatis air juga memasuki lingkungan tempat tinggal warga yang dekat berada di sisi jalan raya. Maka banjir yang menggenangi jalan raya yang berada di kota sukabumi, ketika debit air mulai meningkat, sirkulasi Drainase yang baik menjadi faktor penentu agar bisa mencegah terjadi nya penyumbatan air yang menimbulkan banjir.
Dengan menciptakan Drainase atau saluran air pembuangan yang baik, khusus nya yang berada di kota sukabumi, harus lah di cari hulu sebab nya. Hulu sebab yang sudah umum penyebab dari genangan banjir biasa nya akibat dari penyumbatan saluran air pembuangan / drainase warga yang kurang baik ataupun sudah usang atau rusak. Bila drainase atau saluran pembuangan air warga sudah tidak layak, maka menimbulkan penyumbatan yang bisa mengakibatkan banjir bilamana turun hujan dengan curah debit air yang cukup tinggi.
Penting nya solusi agar drainase atau saluran pembuangan air warga untuk di normalisasi melalui penganggaran dari pihak pemerintah, khusus nya pemerintah kota sukabumi, agar selain bisa mengantisipasi mencegah terjadi nya banjir, juga normalisasi drainase dapat memberikan kenyamanan lingkungan warga.
Program P2RW Pemerintah Kota Sukabumi yang sudah berjalan dari tahun ke tahun sejak pemerintahan yang lama, sebenar nya cukup memberi manfaat bagi lingkungan kewilayahan ke RW an, seperti bilamana terjadi nya longsor tebing penyangga di bantaran sungai di wilayah, juga perbaikan drainase atau saluran air pembuangan, anggaran program P2RW sangat lah di butuhkan untuk kepentingan infrastruktur wilayah ke RW an. Namun ketika program P2RW Pemerintah Kota Sukabumi di APBD 2026 belum di cantumkan, di saat banjir yang menggenangi jalan raya di kota sukabumi pada jumat, 05/12/25 kemarin yang kemungkinan bisa berimbas banjir di lingkungan warga yang berada dekat di sekitar jalan raya yang terdampak banjir salah satu nya yang berada di sekitar cimanggah dan cikole, ini menjadi pengingat kepada pemerintah kota sukabumi bahwa sejati nya anggaran program P2RW harus tetap ada di APBD 2026. @red









