KHASANAH ISLAM
Oleh : Ustadz Wawan Juanda SH ( Ketua DPRD Kota Sukabumi )
Assalamualaikum Wr. Wb
Rezeki adalah bagian dari takdir ilahi sehingga untuk memahaminya harus memahami takdir dengan baik.
Yang jelas rezeki kita tak pernah tertukar.
Apa yang kita miliki, itulah yang terbaik untuk kita.
Rezeki kita tak pernah tertukar.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
فِيْ قُلُوْبِهِمْ مَّرَضٌ ۙ فَزَا دَهُمُ اللّٰهُ مَرَضًا ۚ وَلَهُمْ عَذَا بٌ اَلِيْمٌ ۙ بِۢمَا كَا نُوْا يَكْذِبُوْنَ
fii quluubihim marodhung fa zaadahumullohu marodhoo, wa lahum ‘azaabun aliimum bimaa kaanuu yakzibuun
“Dalam hati mereka ada penyakit, lalu Allah menambah penyakitnya itu; dan mereka mendapat azab yang pedih karena mereka berdusta.”
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 10)
رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ اِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَّدُنْكَ رَحْمَةً ۚ اِنَّكَ اَنْتَ الْوَهَّا بُ
robbanaa laa tuzigh quluubanaa ba’da iz hadaitanaa wa hab lanaa mil ladungka rohmah, innaka angtal-wahhaab
“(Mereka berdoa), “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau condongkan hati kami kepada kesesatan setelah Engkau berikan petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi-Mu, sesungguhnya Engkau Maha Pemberi.””
(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 8).
Jika kita mendapatkan kendaraan biasa, tetangga punya lebih baik …. Tetap rezeki kita tak tertukar.
Jika kita memiliki rumah sederhana, tetangga memiliki rumah mewah bak istana …. Tetap rezeki kita tak tertukar.
Lalu kaitannya dengan meninggalkan yang haram …
Jika kita menolak orderan natal, ingin cari yang halal dan berkah … Rezeki kita pun tak tertukar. Jangan kira ketika tidak menerima orderan semacam itu, rezeki kita pergi dan tertukar pada orang lain. Justru ketika kita ingin yang halal, Allah terus berkahi dan menambahkan rezeki.
Rezeki tak mungkin tertukar, Allah pasti membagi rezeki dengan adil.
إِنَّ رَبَّكَ يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَشَاءُ وَيَقْدِرُ إِنَّهُ كَانَ بِعِبَادِهِ خَبِيرًا بَصِيرًا
“Sesungguhnya Tuhanmu melapangkan rezeki kepada siapa yang Dia kehendaki dan menyempitkannya; Sesungguhnya Dia Maha mengetahui lagi Maha melihat akan hamba-hamba-Nya.” (QS. Al Isra’: 30)
Ingat pula janji ini …
إِنَّكَ لَنْ تَدَعَ شَيْئاً لِلَّهِ عَزَّ وَجَلَّ إِلاَّ بَدَّلَكَ اللَّهُ بِهِ مَا هُوَ خَيْرٌ لَكَ مِنْهُ
“Sesungguhnya jika engkau meninggalkan sesuatu karena Allah, niscaya Allah akan memberi ganti padamu dengan yang lebih baik.” (HR. Ahmad 5: 363. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih. Syaikh Salim bin ‘Ied Al Hilali berkata bahwa sanad hadits ini shahih)
Ayat dan Hadist tentang Hasad
Ayat tentang hasad:
1. “وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ”
Artinya: “Dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki.” (QS. Al-Falaq: 5)
2. “أَمْ يَحْسُدُونَ النَّاسَ عَلَى مَا آتَاهُمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ”
Artinya: “Ataukah mereka dengki kepada manusia karena karunia yang Allah berikan?” (QS. An-Nisa: 54)
Hadis tentang hasad:
1. “إِيَّاكُمْ وَالْحَسَدَ فَإِنَّ الْحَسَدَ يَأْكُلُ
2. الْحَسَنَاتِ كَمَا تَأْكُلُ النَّارُ الْحَطَبَ”
Artinya: “Jauhilah hasad, karena hasad memakan kebaikan seperti api melahap kayu bakar.” (HR. Abu Dawud)
2. “لَا تَبَاغَضُوا وَلَا تَحَاسَدُوا وَلَا تَدَابَرُوا وَكُونُوا عِبَادَ اللَّهِ إِخْوَانًا”
Artinya: “Jangan saling membenci, jangan saling dengki, jangan saling membelakangi. Jadilah hamba Allah yang bersaudara.” (HR. Bukhari & Muslim)
Hasad sama dengan racun hati yang habisin pahala duluan sebelum nikmat orang lain habis
Ayat dan Hadist tentang iri dan Dengki :
1. “وَلَا تَتَمَنَّوْا مَا فَضَّلَ اللَّهُ بِهِ بَعْضَكُمْ عَلَى بَعْضٍ”
Artinya: “Janganlah kamu berangan-angan terhadap apa yang Allah lebihkan sebagian kamu atas sebagian yang lain.” (QS. An-Nisa: 32)
2. “نَحْنُ قَسَمْنَا بَيْنَهُم مَّعِيشَتَهُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا”
Artinya: “Kamilah yang membagi penghidupan mereka di dunia.” (QS. Az-Zukhruf: 32)
Rezeki tiap orang sudah dibagi, iri cuma bikin hati capek.
Hadist tentang iri :
1. “لَا حَسَدَ إِلَّا فِي اثْنَتَيْنِ: رَجُلٌ آتَاهُ اللَّهُ مَالًا فَسُلِّطَ عَلَى هَلَكَتِهِ فِي الْحَقِّ…”
Artinya: “Tidak boleh iri kecuali pada dua hal: orang yang diberi Allah harta lalu ia habiskan di jalan yang benar…” (HR. Bukhari & Muslim)
Ini namanya _ghibthah_ — iri yang boleh, pengin bisa beramal kayak dia.
2. “إِنَّ الْعَيْنَ حَقٌّ”
Artinya: “Sesungguhnya pengaruh mata jahat itu benar adanya.” (HR. Bukhari & Muslim)
Iri berlebihan bisa jadi ‘ain, makanya dianjurkan ucapkan “Masya Allah, tabarakallah” saat lihat nikmat orang lain.
Iri yang merusak = pengin nikmat orang hilang. Iri yang baik = termotivasi buat ikutan baik.
Dengan kita meninggalkan yang haram karena Allah, maka akan diganti dengan yang lebih baik.
Harus terus yakin dan percaya … Moga rezeki kita penuh berkah.
Jangan lupa sedekah
ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻙَ ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟﻪَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻙَ ﻭَﺃَﺗُﻮْﺏُ ﺇِﻟَﻴْﻚَ
“Maha suci Engkau ya Alloh, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu”.








