Khasanah Islam : Selain yang Wajib, Perbanyaklah Amalan Sunnah untuk Meraih Cinta Nya Allah SWt

KHASANAH ISLAM

Oleh : Ustadz Wawan Juanda SH ( Ketua DPRD Kota Sukabumi )

Assalamualaikum Wr. Wb

Di dalam Islam, tentang Beribadah, selain yang wajib yang harus kita jalankan yaitu dengan menjalankan Ibadah Sholat 5 Waktu, juga di anjurkan agar kita juga perbanyak ibadah – ibadah Sunnah yang sudah di sampaikan dan di ajarkan oleh Baginda Nabi Besar Muhammad SAW seribu tahun yang lalu.

Ibadah Sunnah bila kita kaji dan pelajari, baik lewat mendengarkan Tausyiah – tausyiah para Ulama, juga lewat buku, ibadah Sunnah sangatlah luas dan banyak sekali. Namun, dari banyak nya ibadah Sunnah yang di anjurkan oleh Rasulullah SAW, bila kita melaksanakan nya walau pun tidak mencakup semua, Insya Allah ibadah kita akan di perhitungkan oleh Allah SWt, dan bahkan Pertolongan Allah akan selalu ada di saat kita mengalami kesulitan, bila kita Istiqomah menjalankan ibadah Sunnah dengan rutin.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

مَنْ يُّطِعِ الرَّسُوْلَ فَقَدْ اَطَا عَ اللّٰهَ ۚ وَمَنْ تَوَلّٰى فَمَاۤ اَرْسَلْنٰكَ عَلَيْهِمْ حَفِيْظًا

may yuthi’ir-rosuula fa qod athoo’alloh, wa mang tawallaa fa maaa arsalnaaka ‘alaihim hafiizhoo

“Barang siapa menaati Rasul (Muhammad) maka sesungguhnya dia telah menaati Allah. Dan barang siapa berpaling (dari ketaatan itu) maka (ketahuilah) Kami tidak mengutusmu (Muhammad) untuk menjadi pemelihara mereka.”
(QS. An-Nisa’ 4: Ayat 80).

Bab mengenai tentang ibadah Sunnah, sebenar nya oleh para Ulama besar terdahulu, tentang anjuran untuk melaksanakan ibadah Sunnah yang di sampaikan oleh Rasulullah SAW sudah di susun melalui Hadist – hadist Rasulullah SAW.

Mengenai keutamaan amalan sunnah disebutkan dalam hadits qudsi,

وَمَا يَزَالُ عَبْدِى يَتَقَرَّبُ إِلَىَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ ، فَإِذَا أَحْبَبْتُهُ كُنْتُ سَمْعَهُ الَّذِى يَسْمَعُ بِهِ ، وَبَصَرَهُ الَّذِى يُبْصِرُ بِهِ ، وَيَدَهُ الَّتِ يَبْطُشُ بِهَا وَرِجْلَهُ الَّتِى يَمْشِى بِهَا

“Tidaklah hamba-Ku mendekatkan diri kepada-Ku dengan amalan sunnah hingga Aku pun mencintainya. Jika Aku mencintainya, maka pendengaran yang ia gunakan untuk mendengar, penglihatan yang ia gunakan untuk melihat, tangan yang ia gunakan untuk menyentuh, dan kaki yang ia gunakan untuk berjalan akan Aku beri taufik”
(𝑯𝑹. 𝑨𝒍 𝑩𝒖𝒌𝒉𝒂𝒓𝒊 𝒏𝒐. 𝟔𝟓𝟎𝟐).

Dari Hadits Diatas Terdapat Pelajaran :

Hadits ini menekankan pentingnya amalan sunnah sebagai cara untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah dan mendapatkan cinta-Nya, setelah kewajiban fardhu ditunaikan.

Hadits ini juga menjelaskan tentang bagaimana seorang hamba bisa menjadi kekasih Allah. Ini dicapai bukan hanya dengan menunaikan yang wajib, tetapi juga dengan memperbanyak amalan sunnah.

Ketika Allah Subhanahu wa ta’ala telah mencintai hamba-Nya, Allah akan membimbing dan memberikan taufik (kemudahan) dalam setiap tindakan hamba-Nya, mulai dari pendengaran, penglihatan, hingga gerakan tangan dan kaki. Selain itu, Allah menjamin akan mengabulkan permintaan dan memberikan perlindungan.

Ayat Al Qur’an Yang Relevan Dengan Hadits Tersebut :

Ayat ini secara jelas mengaitkan cinta kepada Allah dengan mengikuti Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam, termasuk sunnah-sunnahnya.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman :

قُلْ اِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّوْنَ اللّٰهَ فَا تَّبِعُوْنِيْ يُحْبِبْكُمُ اللّٰهُ وَيَغْفِرْ لَـكُمْ ذُنُوْبَكُمْ ۗ وَا للّٰهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ

“Katakanlah (Muhammad), “Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.”
(𝑸𝑺. 𝑨𝒍𝒊 ‘𝑰𝒎𝒓𝒂𝒏 : 𝟑𝟏)

Ketaatan kepada Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam dipandang sebagai ketaatan langsung kepada Allah Subhanahu wa ta’ala.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

مَنْ يُّطِعِ الرَّسُوْلَ فَقَدْ اَطَا عَ اللّٰهَ ۚ وَمَنْ تَوَلّٰى فَمَاۤ اَرْسَلْنٰكَ عَلَيْهِمْ حَفِيْظًا

“Barang siapa menaati Rasul (Muhammad) maka sesungguhnya dia telah menaati Allah. Dan barang siapa berpaling (dari ketaatan itu) maka (ketahuilah) Kami tidak mengutusmu (Muhammad) untuk menjadi pemelihara mereka.”
(𝑸𝑺. 𝑨𝒏-𝑵𝒊𝒔𝒂’ : 𝟖𝟎)

Yaa Allah,
Hamba memohon kepada-Mu cinta kepada-Mu, cinta kepada orang yang mencintai-Mu, dan cinta kepada amal yang mendekatkan hamba kepada cintamu.

Yaa Allah,
Yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hati kami di atas agama-Mu. Berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah petunjuk yang lurus bagi kami dalam urusan ini.

Yaa Allah,
Kami berlindung kepada-Mu dari kelemahan, kemalasan, kepikunan, sifat pengecut, sifat kikir, dan azab kubur. Berikanlah kepada jiwa kami ketakwaannya, dan sucikanlah ia.

Yaa Allah,
Kami berlindung kepada-Mu dari hati yang tidak khusyuk, dari jiwa yang tidak pernah puas, dan dari ilmu yang tidak bermanfaat.

Yaa Allah,
Mudahkanlah segala urusan kami, disertai dengan kebahagiaan, keselamatan, dan keberkahan, dengan rahmat-Mu wahai Dzat yang Maha Penyayang.

Ya Allah,
Sungguh kami memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat bagi diri kami dan orang lain, rizki yang halal dan amal yang diterima di sisi-Mu dan mendapatkan ganjaran yang baik.

آمِـــــــــــــــــــــــــيْن يَارَبَّ الْعَالَمِــــــــــيْن

Nabi Shallallaahu alaihi wa sallam bersabda :

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ

” Barangsiapa yang menunjukkan kepada sebuah kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala yang mengerjakannya ”
(𝑯𝑹. 𝑴𝒖𝒔𝒍𝒊𝒎 𝒏𝒐 𝟏𝟖𝟗𝟑).

Wallahu A”lam.

Semoga bermanfaat
Barakallah fiikum

banner 728x250

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *