KHASANAH ISLAM
Oleh : Ustadz Wawan Juanda SH ( Ketua DPRD Kota Sukabumi dari Partai PKS )
Assalamualaikum Wr. Wb
Puasa Ayyamul Bidh adalah salah satu ibadah sunnah yang dianjurkan untuk dilaksanakan umat Islam. Ibadah ini memiliki keistimewaan tersendiri
Hari ini kita mulai shaum Ayyamul Bidh
Apa Itu Puasa Ayyamul Bidh?
Pernahkah shabatku mendengar tentang puasa Ayyamul Bidh? Istilah ini mungkin terdengar asing, namun memiliki makna spiritual yang mendalam dalam tradisi Islam. Ayyamul Bidh secara harfiah dalam bahasa Arab memiliki arti “Hari-Hari Putih”.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
اَفَمَنْ يَّعْلَمُ اَنَّمَاۤ اُنْزِلَ اِلَيْكَ مِنْ رَّبِّكَ الْحَـقُّ كَمَنْ هُوَ اَعْمٰى ۗ اِنَّمَا يَتَذَكَّرُ اُولُوا الْاَ لْبَا بِ
a fa may ya’lamu annamaaa ungzila ilaika mir robbikal-haqqu kaman huwa a’maa, innamaa yatazakkaru ulul-albaab
“Maka apakah orang yang mengetahui bahwa apa yang diturunkan Tuhan kepadamu adalah kebenaran, sama dengan orang yang buta? Hanya orang berakal yang dapat mengambil pelajaran,”
(QS. Ar-Ra’d 13: Ayat 19)
الَّذِيْنَ يُوْفُوْنَ بِعَهْدِ اللّٰهِ وَلَا يَنْقُضُوْنَ الْمِيْثَا قَ
allaziina yuufuuna bi’ahdillaahi wa laa yangqudhuunal-miisaaq
“(yaitu) orang yang memenuhi janji Allah dan tidak melanggar perjanjian,”
(QS. Ar-Ra’d 13: Ayat 20).
Keunikan puasa ini terletak pada momen bulan purnama yang bersinar terang selama tiga hari tersebut. Dinamakan “putih” karena cahaya bulan yang cemerlang di malam-malam tersebut, menciptakan pemandangan indah di langit. Puasa Ayyamul Bidh merujuk pada tiga hari spesifik setiap bulan Hijriyah yang jatuh pada tanggal 13, 14, dan 15.
Hadis Puasa Ayyamul Bidh Rajab
Praktik puasa Ayyamul Bidh memiliki dasar kuat dalam ajaran Nabi Muhammad SAW. Berdasarkan riwayat Ibnu Abbas, Rasulullah memiliki kebiasaan melakukan puasa pada hari-hari terang ini, baik saat berada di rumah maupun dalam perjalanan.
Sebuah hadis riwayat Tirmidzi menyatakan:
Abu Hurairah RA meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW mewasiatkan tiga hal yang tidak ditinggalkan hingga wafat, salah satunya adalah berpuasa tiga hari setiap bulan.
Faedah dan Manfaat Puasa Ayyamul Bidh
1.Pahala Berlipat Ganda
Puasa ini dianggap setara dengan puasa setahun penuh. Setiap kebaikan akan dilipatgandakan pahalanya, memberikan kesempatan untuk meraih rahmat Allah.
2.Pengendalian Emosi
Penelitian ilmiah menunjukkan bahwa pada malam bulan purnama, kondisi kejiwaan manusia cenderung lebih labil. Puasa Ayyamul Bidh membantu mengendalikan emosi dan mengurangi kecenderungan marah atau tersinggung.
3.Manfaat Kesehatan
Puasa tidak hanya baik secara spiritual, tetapi juga memberikan keuntungan kesehatan:
A. Meningkatkan kinerja otak
B. Menjaga kesehatan jantung
C. Menurunkan kolesterol
D. Membersihkan sistem pencernaan
E. Membantu detoksifikasi tubuh
4.Peningkatan Ketakwaan
Dengan menjalankan puasa, seseorang dilatih untuk lebih dekat dengan Allah, mengendalikan hawa nafsu, dan memperkuat keimanan.
Kapan Pelaksanaan Puasanya?
Meskipun umumnya dilaksanakan pada tanggal 13, 14, dan 15 bulan Hijriyah, terdapat fleksibilitas dalam pelaksanaan puasa Ayyamul Bidh. Beberapa riwayat hadits menyebutkan variasi waktu pelaksanaan:
Untuk bulan bulan Syawal 1447 H bertepatan dengan kamis- Sabtu 2-4 April 2026
NIAT DAN DOA
Niat ini sebaiknya diucapkan dalam hati pada malam sebelum berpuasa atau sebelum fajar terbit. Niat yang tulus membantu kita fokus pada tujuan utama ibadah ini, yaitu meraih ridha Allah SWT.
Doa Puasa
Saat berbuka puasa, kita dapat melafalkan doa puasa Ayyamul Bidh Rajab berikut:
Doa ini sering dianjurkan oleh ulama di Indonesia sebagai doa yang tepat untuk dipanjatkan saat berbuka puasa.
Puasa Ayyamul Bidh Rajab adalah kesempatan emas untuk meningkatkan kualitas spiritual dan kesehatan. Dengan niat tulus dan pemahaman mendalam, amalan sunnah ini dapat menjadi pintu menuju rahmat dan keberkahan Allah SWT.
Ingatlah, setiap amalan yang dikerjakan dengan ikhlas memiliki nilai yang sangat berarti di hadapan-Nya
Dalil shaum Ayyamul Bidh
عَلَيْكَ بِصَوْمِ أَيَّامِ الْبِيضِ ثَلَاثَةَ عَشَرَ وَأَرْبَعَةَ عَشَرَ وَخَمْسَةَ عَشَرَ
Arti: “Berpuasalah pada Ayyāmul Bīḍ: tanggal 13, 14, 15.” (HR an-Nasā’ī 2409). Menunjuk 3 hari tengah bulan Hijriyah.
مَثَلُ الْجَنَّةِ الَّتِي وُعِدَ الْمُتَّقُونَ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ
(QS ar-Ra‘d 35). Gambaran surga—sungai mengalir, buah & naungannya kekal—balasan bagi orang sabar, jaga shalat, infak, dan tolak kejahatan dengan kebaikan (lihat 19-24).
صُمْ ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ فَإِنَّ الْحَسَنَةَ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا
Arti: “Puasalah 3 hari tiap bulan; satu kebaikan dilipat 10, jadi seperti puasa setahun.” (HR Bukhārī 1975, Muslim 1159).
Jangan lupa sedekah
ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻙَ ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟﻪَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻙَ ﻭَﺃَﺗُﻮْﺏُ ﺇِﻟَﻴْﻚَ
“Maha suci Engkau ya Alloh, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu”.








