KHASANAH ISLAM
Oleh : Ustadz Wawan Juanda SH ( Ketua DPRD Kota Sukabumi )
Assalamualaikum Wr. Wb
Alhamdulillah, sampai mendekati akhir bulan suci Ramadhan ini kita masih di berikan kesehatan oleh Allah SWt, sehingga kita masih bisa menjalankan ibadah puasa ramadhan, dan ibadah lainnya dengan penuh ke istiqomahan. Mudah – mudahan kita semua sampai dengan hari kemenangan yang fitri nanti, kita semua masih terus di berikan kesehatan, serta kenikmatan – kenikmatan rezeki yang berlimpah dari Allah SWt.
” Pengertian Istiqamah “
Istiqamah adalah sikap teguh, konsisten, terus-menerus berada di atas ketaatan kepada Allah SWt tanpa goyah, baik dalam keadaan senang maupun susah.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
اِنَّهٗ كَا نَ فَرِيْقٌ مِّنْ عِبَا دِيْ يَقُوْلُوْنَ رَبَّنَاۤ اٰمَنَّا فَا غْفِرْ لَـنَا وَا رْحَمْنَا وَاَ نْتَ خَيْرُ الرّٰحِمِيْنَ
innahuu kaana fariiqum min ‘ibaadii yaquuluuna robbanaaa aamannaa faghfir lanaa war-hamnaa wa angta khoirur-roohimiin
“Sungguh ada segolongan dari hamba-hamba-Ku berdoa, “Ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka ampunilah kami dan berilah kami rahmat, Engkau adalah pemberi rahmat yang terbaik.””
(QS. Al-Mu’minun 23: Ayat 109).
Para ulama menjelaskan:
“Istiqamah adalah tetap lurus di atas jalan ketaatan, tidak menyimpang ke kanan maupun ke kiri.”
Perintah Istiqamah dalam Al-Qur’an
a. Surah Hud ayat 112
“Maka tetaplah engkau (Muhammad) pada jalan yang benar sebagaimana diperintahkan…”
Ayat ini menunjukkan bahwa istiqamah bukan pilihan, tetapi perintah langsung dari Alloh.
b. Surah Fussilat ayat 30
“Sesungguhnya orang-orang yang berkata: Rabb kami adalah Allah kemudian mereka istiqamah, maka turunlah malaikat kepada mereka…”
Faedahnya:
Malaikat meneguhkan mereka.
Diberi kabar gembira surga.
Tidak takut dan tidak bersedih.
c. Surah Al-Ahqaf ayat 13–14
“Sesungguhnya orang yang berkata ‘Rabb kami Allah’ kemudian istiqamah, maka tidak ada rasa takut bagi mereka… merekalah penghuni surga.”
Hadits tentang Istiqamah
a. Hadits Nabi kepada Sufyan bin Abdullah
Sufyan bertanya:
“Wahai Rosulullah, katakan kepadaku satu perkataan tentang Islam yang tidak perlu aku tanyakan lagi kepada selain engkau.”
Rosulullah SAW bersabda:
“Katakan: ‘Aku beriman kepada Allah’, kemudian istiqamahlah.”
(HR. Muslim)
Hadits ini menunjukkan bahwa inti Islam setelah iman adalah istiqamah.
b. Ibadah yang paling dicintai Allah
Rosulullah SAW bersabda:
“Amalan yang paling dicintai Allah SWt adalah yang paling kontinu (daim), meskipun sedikit.”
(HR. Bukhari Muslim)
Ini menunjukkan bahwa kontinyu lebih utama daripada banyaknya ibadah.
Mengapa Istiqamah itu Penting?
1. Karena iman naik turun
Hati manusia berubah-ubah. Maka istiqamah menjaga agar keimanan tidak jatuh.
2.Menjaga kualitas ibadah
Sedikit tetapi konsisten lebih kuat pengaruhnya dalam penyucian jiwa.
3. Mendatangkan pertolongan Alloh
Orang yang istiqamah dijanjikan :
keteguhan,
ketenangan hidup,
dijauhkan dari rasa takut dan sedih.
Empat Jalan menuju Khusnul khotimah
Siapa yang terbiasa istiqamah saat hidup, akan diberi kemudahan tetap taat hingga akhir hayat.
Cara Agar Bisa Istiqamah
1. Memperbaiki niat
Niat harus karena Alloh, bukan karena manusia.
2. Memulai dari amalan kecil tetapi rutin
Contoh:
sholat sunnah dua rakaat,
membaca Qur’an 1 halaman sehari,
sedekah meski seribu rupiah sehari.
3. Menjauh dari lingkungan buruk
Karena lingkungan sangat mempengaruhi kestabilan ibadah.
4. Banyak berdoa
Rosulullah SAW berdoa :
“Ya Allah, tetapkan hatiku di atas agama-Mu.”
(HR. Tirmidzi)
5. Menguatkan ilmu
Ilmu yang benar akan menuntun dan menguatkan langkah untuk tetap istiqamah.
Istiqamah adalah mahkota dari seluruh amal ibadah. Allah tidak menuntut kita menjadi manusia yang tidak pernah jatuh, tetapi Alloh memerintahkan agar kita terus bangkit dan kembali kepada-Nya.
Semoga Allah SWt memberikan kita taufik untuk selalu istiqamah sampai akhir hayat.
Semoga kita diberikan kesehatan kekuatan keselamatan dan rizki yang luas dan berkah
Jangan lupa sedekah
ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻙَ ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟﻪَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻙَ ﻭَﺃَﺗُﻮْﺏُ ﺇِﻟَﻴْﻚَ
“Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu”








