KHASANAH ISLAM
Oleh : Ustadz Wawan Juanda S.H ( Ketua DPRD Kota Sukabumi )
Di zaman sekarang, murid sangat mudah mengakses ilmu melalui buku, internet, dan teknologi. Namun sayangnya, kemudahan mendapatkan ilmu tidak selalu diiringi dengan adab yang baik. Padahal para ulama sejak dahulu telah mengingatkan bahwa adab harus didahulukan sebelum ilmu.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
يَوْمَ تَأْتِيْ كُلُّ نَفْسٍ تُجَا دِلُ عَنْ نَّفْسِهَا وَتُوَفّٰى كُلُّ نَفْسٍ مَّا عَمِلَتْ وَهُمْ لَا يُظْلَمُوْنَ
yauma ta-tii kullu nafsing tujaadilu ‘an nafsihaa wa tuwaffaa kullu nafsim maa ‘amilat wa hum laa yuzhlamuun
“(Ingatlah) pada hari (ketika) setiap orang datang untuk membela dirinya sendiri dan bagi setiap orang diberi (balasan) penuh sesuai dengan apa yang telah dikerjakannya, dan mereka tidak dizalimi (dirugikan).”
(QS. An-Nahl 16: Ayat 111).
Ilmu tanpa adab tidak akan membawa keberkahan, bahkan bisa menjadi sebab rusaknya akhlak. Karena itu, murid masa kini perlu kembali menanamkan adab dalam proses belajar dan kehidupan sehari-hari.
1. Adab kepada Guru
Guru adalah orang yang membimbing, mendidik, dan mengarahkan murid menuju kebaikan. Murid yang beradab akan menghormati gurunya, baik saat di dalam kelas maupun di luar kelas. Bentuk adab kepada guru antara lain berbicara sopan, mendengarkan penjelasan dengan baik, tidak membantah dengan kasar, serta menaati nasihatnya. Menghormati guru bukan berarti takut, tetapi bentuk rasa terima kasih atas ilmu yang diberikan.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
يٰۤاَ يُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْۤا اِذَا قِيْلَ لَـكُمْ تَفَسَّحُوْا فِى الْمَجٰلِسِ فَا فْسَحُوْا يَفْسَحِ اللّٰهُ لَـكُمْ ۚ وَاِ ذَا قِيْلَ انْشُزُوْا فَا نْشُزُوْا يَرْفَعِ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْ ۙ وَا لَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَ دَرَجٰتٍ ۗ وَا للّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرٌ
yaaa ayyuhallaziina aamanuuu izaa qiila lakum tafassahuu fil-majaalisi fafsahuu yafsahillaahu lakum, wa izaa qiilangsyuzuu fangsyuzuu yarfa’illaahullaziina aamanuu mingkum wallaziina uutul-‘ilma darojaat, wallohu bimaa ta’maluuna khobiir
“Wahai orang-orang yang beriman! Apabila dikatakan kepadamu, “Berilah kelapangan di dalam majelis-majelis,” maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan, “Berdirilah kamu,” maka berdirilah, niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui terhadap apa yang kamu kerjakan.”
(QS. Al-Mujadilah 58: Ayat 11)
“Aku mempelajari adab selama 30 tahun, dan mempelajari ilmu selama 20 tahun.”
— Imam Malik رحمه الله
2. Adab dalam Menuntut Ilmu
Menuntut ilmu membutuhkan niat yang benar dan kesungguhan. Murid yang beradab tidak belajar karena terpaksa, tetapi karena ingin menjadi pribadi yang lebih baik. Datang tepat waktu, memperhatikan pelajaran, mencatat, dan tidak malas adalah bagian dari adab menuntut ilmu. Ilmu tidak akan masuk ke hati yang lalai dan meremehkannya.
“Barang siapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.”
(HR. Muslim)
“Ilmu tidak akan diberikan kepada orang yang malas.”
— Imam Syafi’i رحمه الله
3. Adab Berbicara
Lisan adalah cermin akhlak seseorang. Murid harus menjaga tutur kata kepada guru, teman, dan siapa pun. Berbicara dengan sopan, tidak berkata kasar, tidak menghina, dan tidak menyebarkan kebohongan adalah adab yang harus dijaga. Banyak masalah di sekolah bermula dari ucapan yang tidak dijaga.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَقُوْلُوْا لِلنَّا سِ حُسْنًا
“Dan katakanlah perkataan yang baik kepada manusia.”
(QS. Al-Baqarah: 83)
“Keselamatan manusia terletak pada menjaga lisannya.”
— Hasan Al-Bashri رحمه الله
4. Adab terhadap Teman
Sekolah adalah tempat belajar bersama. Murid yang beradab akan menghargai temannya, tidak membully, tidak merendahkan, dan tidak menyakiti perasaan orang lain. Perbedaan kemampuan, latar belakang, dan karakter bukan alasan untuk saling mengejek. Justru dari kebersamaan dan saling menghormati, proses belajar menjadi lebih nyaman.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
يٰۤاَ يُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِّنْ قَوْمٍ
“Wahai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum merendahkan kaum yang lain.”
(QS. Al-Hujurat: 11)
“Akhlak yang baik adalah setengah dari agama.”
— Yahya bin Mu’adz رحمه الله
-5. Adab Menggunakan Teknologi
Gawai dan internet adalah bagian dari kehidupan murid sekarang. Namun, tanpa adab, teknologi bisa menjadi sumber kerusakan. Murid yang beradab tidak bermain HP saat pelajaran, tidak membuka konten yang tidak pantas, dan tidak menyebarkan hal negatif. Teknologi seharusnya membantu belajar, bukan melalaikan.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَلَا تَقْفُ مَا لَـيْسَ لَـكَ بِهٖ عِلْمٌ ۗ اِنَّ السَّمْعَ وَا لْبَصَرَ وَا لْفُؤَادَ كُلُّ اُولٰٓئِكَ كَا نَ عَنْهُ مَسْئُوْلًا
“Dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yang tidak kamu ketahui. Karena pendengaran, penglihatan, dan hati nurani, semua itu akan diminta pertanggungjawabannya.”
(QS. Al-Isra’ 17: Ayat 36)
“Setiap nikmat yang tidak digunakan untuk ketaatan akan berubah menjadi musibah.”
— Ibnu Qayyim رحمه الله
6. Adab kepada Orang Tua
Orang tua adalah guru pertama bagi murid. Murid yang beradab akan berbicara lembut, patuh, dan menghormati orang tuanya. Keberhasilan belajar tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan, tetapi juga oleh doa dan ridho orang tua. Banyak murid yang ilmunya sulit berkembang karena kurang berbakti kepada orang tuanya.
Rasululah SAW bersabda :
“Ridho Allah tergantung pada ridho orang tua, dan murka Allah tergantung pada murka orang tua.”
(HR. Tirmidzi)
“Barang siapa ingin ilmunya bermanfaat, hendaklah ia berbakti kepada kedua orang tuanya.”
— Ulama salaf
7. Adab terhadap Diri Sendiri
Adab bukan hanya kepada orang lain, tetapi juga kepada diri sendiri. Murid harus menjaga kejujuran, kedisiplinan, dan tanggung jawab. Tidak mencontek, tidak malas, serta menjaga kebersihan adalah bentuk menghargai diri sendiri. Murid yang beradab kepada dirinya akan tumbuh menjadi pribadi yang kuat dan berkarakter.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَقُلِ اعْمَلُوْا فَسَيَرَى اللّٰهُ عَمَلَكُمْ
“Dan katakanlah: bekerjalah kamu, maka Allah akan melihat pekerjaanmu.”
(QS. At-Taubah: 105)
“Barang siapa memperbaiki batinnya, Allah akan memperbaiki lahiriahnya.”
— Imam Al-Ghazali رحمه الله
Adab adalah fondasi utama dalam pendidikan. Ilmu yang tinggi tanpa adab akan kehilangan arah, sedangkan adab yang baik akan mengangkat derajat seseorang meskipun ilmunya belum banyak. Oleh karena itu, murid sekarang perlu kembali menata adabnya, agar ilmu yang dipelajari membawa manfaat dan keberkahan.
“Adab lebih dibutuhkan daripada banyaknya ilmu.”
— Abdullah bin Mubarak رحمه الله
Semoga Anak anak kita menjadi orang yang Cerdas dan Beradab
Jangan lupa sedekah
ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻙَ ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟﻪَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻙَ ﻭَﺃَﺗُﻮْﺏُ ﺇِﻟَﻴْﻚَ
“Maha suci Engkau ya Alloh, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu”








