Khasanah Islam : Jangan lah kita terpedaya oleh Dunia

Khasanah Islam

Oleh : Ustadz Wawan Juanda SH ( Ketua DPRD Kota Sukabumi )

Dunia yang kita tinggali saat ini terkadang penuh dengan problematika. Sehingga problematika yang sering muncul di dalam kehidupan kita sehari – hari, membuat kita terbawa arus akan polemik yang kita hadapi. Polemik yang berbagai macam, baik polemik rumah tangga, polemik ekonomi, maupun polemik lingkungan, baik lingkungan masyarakat maupun lingkungan kerja.

Terkadang menghadapi polemik problematika kehidupan, sering kita terbawa arus sehingga banyak yang akhir nya terjerumus ke dalam lingkaran dosa yang menabrak aturan Allah SWt.

Dalam hal terbawa arus polemik problematika dunia, seorang manusia yang terbawa arus dapat melakukan segala hal, seperti saling menjatuhkan kepada sesama saudara muslim, saling menghina, saling mengkhianati, dan bahkan saling menipu demi kepentingan pribadi. Perbuatan akibat dari terbawa arus polemik problematika dunia biasa nya terjadi akibat dari lemah nya pondasi iman kepada Allah SWt yang pada akhir nya orang tersebut terjerembab ke dalam tipuan dunia sebagaimana yang sudah di ingatkan oleh Allah SWt lewat Al Quran pada seribu tahun yang lalu.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَ مَا الْحَيٰوةُ الدُّنْيَاۤ اِلَّا لَعِبٌ وَّلَهْوٌ ۗ وَلَـلدَّا رُ الْاٰ خِرَةُ خَيْرٌ لِّـلَّذِيْنَ يَتَّقُوْنَ ۗ اَفَلَا تَعْقِلُوْنَ

wa mal-hayaatud-dun-yaaa illaa la’ibuw wa lahw, wa lad-daarul-aakhirotu khoirul lillaziina yattaquun, a fa laa ta’qiluun

“Dan kehidupan dunia ini, hanyalah permainan dan senda gurau. Sedangkan negeri akhirat itu, sungguh lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Tidakkah kamu mengerti?”
(QS. Al-An’am 6: Ayat 32).

Beberapa ayat tentang mengejar dunia
Al-Qur’an tentang mengejar dunia:

Surah Al-Rad (13:26):

اَللَّهُ يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَشَاءُ وَيَقْدِرُ ۗ وَفَرِحُوْا بِالْحَيٰوةِ الدُّنْيَا ۖوَمَا الْحَيٰوةُ الدُّنْيَا فِى الْاٰخِرَةِ اِلَّا مَتَاعٌ
– *Artinya*
“Allah meluaskan rezeki bagi siapa yang Dia kehendaki dan menyempitkannya. Mereka bergembira dengan kehidupan dunia, padahal kehidupan dunia hanyalah kesenangan (sementara) dibanding akhirat.”

*Surah Al-Jathiyah (45:35):*

ذَٰلِكُمْ بِأَنَّكُمُ اتَّخَذْتُمْ آيَاتِ اللَّهِ هُزُوًا وَغَرَّتْكُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا ۚ فَالْيَوْمَ لَا يُخْرَجُونَ مِنْهَا وَلَا هُمْ يُسْتَعْتَبُونَ
– *Artinya:*
“Itu karena kamu menjadikan ayat-ayat Allah sebagai olahan ejekan dan kamu telah tertipu oleh kehidupan dunia.” Maka pada hari ini, kamu tidak dikeluarkan dari (neraka) dan tidak pula kamu diberi kesempatan untuk bertaubat.”

*Surah Al-An’am (6:32):*

وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا لَعِبٌ وَلَهْوٌ ۖ وَلَلدَّارُ الْآخِرَةُ خَيْرٌ لِلَّذِينَ يَتَّقُونَ ۗ أَفَلَا تَعْقِلُونَ
– *Artinya:*
“Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah permainan dan senda gurauan. Dan sungguh, negeri akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Tidakkah kamu mengerti?”

Surah Al-Fatir (35:5):

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ إِنَّ وَعْدَ ٱللَّهِ حَقٌّ ۖ فَلَا تَغُرَّنَّكُمُ ٱلْحَيَوٰةُ ٱلدُّنْيَا ۖ وَلَا يَغُرَّنَّكُم بِٱللَّهِ ٱلْغَرُورُ
– *Artinya:*
“Wahai manusia! Sungguh, janji Allah itu benar, maka janganlah sekali-kali kehidupan dunia memperdayakan kamu, dan jangan (pula) penipu (syaitan) memperdayakan kamu tentang Allah.”

Ketika anda berlomba *mengejar dunia*
Anda berada di *garis start*
Kemudian berlari dan pasti ada *lelah dan keringat*
Terkadang *tersandung*, *terjatuh* kemudian *tersungkur*

Sayangnya perlombaan mengejar dunia
*Tidak ada garis finish-nya*
Perlombaan mengejar dunia tidak ada ujungnya
Karena sifat manusia tidak akan puas dengan dunia*
Barulah penuh setelah mulut terisi tanah (wafat)

*Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
لَوْ كَانَ لِابْنِ آدَمَ وَادِيَانِ مِنْ مَالٍ لَابْتَغَى ثَالِثًا، وَلَا يَمْلَأُ جَوْفَ ابْنِ آدَمَ إِلَّا التُّرَابُ، وَيَتُوبُ اللَّهُ عَلَى مَنْ تَابَ.
– *Artinya:*
“Seandainya anak Adam memiliki dua lembah (penuh) harta, niscaya dia akan ingin yang ketiga. Tidak ada yang bisa memenuhi perut (hasrat) anak Adam kecuali tanah (kematian), dan Allah menerima taubat siapa yang bertaubat.”
( Muttafaqun ‘alaih )

Semakin ujung jalannya semakin menyempit tak berujung.
Apa yang terjadi jika beberapa orang
Berlomba memasuki jalan yang sempit ?
Mau tidak mau
Pasti saling sikut dan saling menjatuhkan
Agar berada di garis terdepan
Tetapi ia tidak akan pernah juara

Terkadang manusia sudah sampai titik nyaman kehidupan
Gaji sudah cukup besar
Anak-anak sudah sukses
Rumah dan kendaraan sudah ada
Hidup sudah tenang dan nyaman
Tapi karena terus berlomba
Ujung jalan semakin sempit
Hidup terasa susah

Ada saatnya kita berjalan santai saja
Menikmati setelah lelah berlari

Ketauhilah anda bisa juara
Dari perlombaan dunia
Meskipun anda tidak pernah menyalip siapapun
Juara itu dengan *qana’ah*
Merasa *puasa dan ridha* dengan karunia Allah

Orang yang diberi qana’ah itulah yang *beruntung*
*Rezeki yang sesungguhnya*

*Rasulullah* shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ﻗَﺪْ ﺃَﻓْﻠَﺢَ ﻣَﻦْ ﺃَﺳْﻠَﻢَ , ﻭﺭُﺯِﻕَ ﻛَﻔَﺎﻓًﺎ , ﻭَﻗَﻨَّﻌَﻪُ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﺑِﻤَﺎ ﺁﺗَﺎﻩُ

_“Sungguh beruntunglah orang yang masuk Islam, diberi rezeki yang cukup, dan diberikan oleh Allah sikap *QANA’AH (rasa cukup)* terhadap pemberian-Nqana’a (HR. Tirmidzi, Hasan)

_Semoga kita semua selalu diberikan rezeki berupa qana’ah_

Jangan lupa sedekah
ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻙَ ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟﻪَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻙَ ﻭَﺃَﺗُﻮْﺏُ ﺇِﻟَﻴْﻚَ
“Maha suci Engkau ya Alloh, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu”

banner 728x250

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *