KHASANAH ISLAM
Oleh Ustadz Wawan Juanda SH ( Ketua DPRD Kota Sukabumi )
Ajaran Islam yang mengandung pesan cinta, Salah satu contoh adalah konsep “Rahmatan lil ‘alamin” yang artinya rahmat bagi seluruh alam. Ini menunjukkan betapa Islam mengajarkan kasih sayang dan cinta kepada semua makhluk, bukan hanya umat Muslim.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَمِنْ اٰيٰتِهٖۤ اَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِّنْ اَنْفُسِكُمْ اَزْوَا جًا لِّتَسْكُنُوْۤا اِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَّوَدَّةً وَّرَحْمَةً ۗ اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰ يٰتٍ لِّقَوْمٍ يَّتَفَكَّرُوْنَ
wa min aayaatihiii an kholaqo lakum min angfusikum azwaajal litaskunuuu ilaihaa wa ja’ala bainakum mawaddataw wa rohmah, inna fii zaalika la-aayaatil liqoumiy yatafakkaruun
“Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir.”
(QS. Ar-Rum 30: Ayat ,21).
Ada juga konsep “Quran Surah Al-Imran ayat 159”, yang mengajarkan tentang kelembutan dan kasih sayang dalam berinteraksi dengan orang lain.
Lalu, ada juga hadis Nabi Muhammad SAW yang mengatakan, “Tidaklah salah seorang di antara kalian beriman hingga ia mencintai saudaranya seperti ia mencintai dirinya sendiri.” (HR. Bukhari dan Muslim)
1- *Surah Al-Imran (3:159):*
فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ اللَّهِ لِنتَ لَهُمْ ۖ وَلَوْ كُنتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لَانفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ ۖ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِي الْأَمْرِ ۖ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ
– *Artinya:*
“Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu (Muhammad) berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekitarmu. Karena itu maafkanlah mereka dan mohonkanlah ampunan untuk mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian, apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakal.”
*Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim:*
عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لِأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ
– *Artinya:*
“Dari Anas RA, Rasulullah SAW bersabda, ‘Tidaklah salah seorang di antara kalian beriman hingga ia mencintai saudaranya seperti ia mencintai dirinya sendiri.'” (HR. Bukhari dan Muslim)
2.*Surah Al-Hujurat (49:10):*
إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ
– *Artinya:*
“Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu (yang berselisih) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat.”
*Hadis Riwayat Tirmidzi:*
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَهَادَوْا تَحَابُّوا
– *Artinya:*
“Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda, ‘Saling memberi hadiahlah kamu, niscaya kamu akan saling mencintai.'” (HR. Tirmidzi)
-3 *Surah Al-Rum (30:21):*
وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُم مِّنْ أَنفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِّتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُم مَّوَدَّةً وَرَحْمَةً ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِّقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ
– *Artinya:*
“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.”
*Hadis Riwayat Muslim:*
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ اللَّهَ يَقُولُ أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِي بِي وَأَنَا مَعَهُ إِذَا ذَكَرَنِي فَإِنْ ذَكَرَنِي فِي نَفْسِهِ ذَكَرْتُهُ فِي نَفْسِي وَإِنْ ذَكَرَنِي فِي مَلَإٍ ذَكَرْتُهُ فِي مَلَإٍ خَيْرٍ مِنْهُمْ
– *Artinya:*
“Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda, ‘Allah berkata, ‘Aku sesuai dengan prasangka hamba-Ku kepada-Ku, dan Aku bersamanya ketika ia mengingat-Ku. Jika ia mengingat-Ku dalam dirinya, Aku mengingatnya dalam diri-Ku, dan jika ia mengingat-Ku dalam suatu kumpulan, Aku mengingatnya dalam kumpulan yang lebih baik.'” (HR. Muslim)
-4. *Surah Al-Baqarah (2:195):*
وَأَحْسِنُوا ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ
– *Artinya:*
“Dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.”
*Hadis Riwayat Bukhari:*
عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللَّهَ رَفِيقٌ يُحِبُّ الرِّفْقَ وَيُرْضِيهِ وَيُعْطِي عَلَى الرِّفْقِ مَا لَا يُعْطِي عَلَى الْعُنْفِ
– *Artinya:*
“Dari Aisyah RA, Rasulullah SAW bersabda, ‘Sesungguhnya Allah itu lembut dan menyukai kelembutan, dan Dia memberikan pada kelembutan apa yang tidak diberikan pada kekerasan.'” (HR. Bukhari)
5.*Surah Al-Maidah (5:2):*
وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ ۖ وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۖ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ
– *Artinya:*
“Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.”
*Hadis Riwayat Muslim:*
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ لَا يَظْلِمُهُ وَلَا يَخْذُلُهُ وَلَا يَحْقِرُهُ
– *Artinya:*
“Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda, ‘Seorang Muslim adalah saudara bagi Muslim lainnya, ia tidak menzaliminya, tidak meninggalkannya, dan tidak meremehkannya.'” (HR. Muslim)
-6.*Surah Al-Zumar (39:53):*
قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَىٰ أَنفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِن رَّحْمَةِ اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا ۚ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ
– *Artinya:*
“Katakanlah: ‘Hai hamba-hamba-Ku yang malakukan dosa terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.'”
<*Hadis Riwayat Tirmidzi:*
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَوْ لَمْ تَكُنْ لَكُمْ ذُنُوبٌ لَجَاءَ اللَّهُ بِقَوْمٍ لَهُمْ ذُنُوبٌ فَيَغْفِرُهَا لَهُمْ
– *Artinya:*
“Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda, ‘Jika kamu tidak memiliki dosa, Allah akan mendatangkan suatu kaum yang memiliki dosa, lalu Dia mengampuni mereka.'” (HR. Tirmidzi)
8.*Surah Al-Hashr (59:9):*
وَالَّذِينَ تَبَوَّءُوا الدَّارَ وَالْإِيمَانَ مِن قَبْلِهِمْ يُحِبُّونَ مَنْ هَجَرَ إِلَيْهِمْ وَلَا يَجِدُونَ فِي صُدُورِهِمْ حَاجَةً مِّمَّا أُوتُوا وَيُؤْثِرُونَ عَلَىٰ أَنفُسِهِمْ وَلَوْ كَانَ بِهِمْ خَصَاصَةٌ ۚ وَمَن يُوقَ شُحَّ نَفْسِهِ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
– *Artinya:*
“Dan orang-orang yang telah menempati kota Madinah dan telah beriman sebelum mereka, mereka (Anshar) menaruh rasa kasih sayang dan cinta kepada orang-orang yang hijrah kepada mereka (Muhajirin), dan mereka tidak merasa ada keinginan dalam hati mereka terhadap apa yang diberikan kepada mereka (Muhajirin), dan mereka mengutamakan (Muhajirin) atas diri mereka sendiri, sekalipun mereka dalam kesulitan. Dan orang yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang-orang yang beruntung.”
*Hadis Riwayat Bukhari:*
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَيْرُ أَصْحَابِي الَّذِينَ يَأْخُذُونَ مِنْكُمْ وَتَأْخُذُونَ مِنْهُمْ
– *Artinya:*
“Dari Abdullah bin Amr, Rasulullah SAW bersabda, ‘Sebaik-baik sahabatku adalah mereka yang mengambil dari kamu dan kamu mengambil dari mereka.'” (HR. Bukhari)
-9.*Surah Al-Imran (3:134):*
الَّذِينَ يُنفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاحِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ ۗ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ
– *Artinya:*
“(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.”
*Hadis Riwayat Muslim:*
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا يَحْقِرَنَّ أَحَدُكُمْ نَفْسَهُ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَكَيْفَ يَحْقِرُ أَحَدُنَا نَفْسَهُ قَالَ يَرَى أَمْرًا لِلَّهِ عَلَيْهِ فِيهِ مَقَالٌ ثُمَّ لَا يَقُولُ فِيهِ فَيَقُولُ اللَّهُ لَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مَا مَنَعَكَ أَنْ تَقُولَ فِي كَذَا وَكَذَا فَيَقُولُ خَشِيتُ النَّاسَ فَيَقُولُ لَهُ فَأَنَا أَحَقُّ أَنْ يُخْشَى
– *Artinya:*
“Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda, ‘Janganlah salah seorang di antara kamu meremehkan dirinya.’ Para sahabat bertanya, ‘Wahai Rasulullah, bagaimana seseorang meremehkan dirinya?’ Beliau menjawab, ‘Ia melihat suatu perkara yang Allah memiliki hak untuk diucapkan, lalu ia tidak mengucapkannya, maka Allah akan berkata kepadanya pada hari kiamat, ‘Apa yang menghalangimu untuk mengatakan ini dan itu?’ Ia menjawab, ‘Aku takut pada manusia.’ Allah berkata, ‘Aku lebih berhak untuk ditakuti.'” (HR. Muslim)
10.Surah Al-Baqarah (2:177):*
لَيْسَ الْبِرَّ أَن تُوَلُّوا وُجُوهَكُمْ قِبَلَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ وَلَٰكِنَّ الْبِرَّ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَالْمَلَائِكَةِ وَالْكِتَابِ وَالنَّبِيِّينَ وَآتَى الْمَالَ عَلَىٰ حُبِّهِ ذَوِي الْقُرْبَىٰ وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكِينَ وَابْنَ السَّبِيلِ وَالسَّائِلِينَ وَفِي الرِّقَابِ وَأَقَامَ الصَّلَاةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَالْمُوفُونَ بِعَهْدِهِمْ إِذَا عَاهَدُوا ۖ وَالصَّابِرِينَ فِي الْبَأْسَاءِ وَالضَّرَّاءِ وَحِينَ الْبَأْسِ ۗ أُولَٰئِكَ الَّذِينَ صَدَقُوا ۖ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُتَّقُونَ
– *Artinya:*
“Bukanlah kebajikan itu kamu menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat, tetapi kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi, dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabat, anak yatim, orang miskin, musafir, dan orang yang meminta, serta memerdekakan hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat, dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan, dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar, dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.”
<span;><span;>- *Hadis Riwayat Tirmidzi:*
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ارْحَمُوا مَنْ فِي الْأَرْضِ يَرْحَمْكُمْ مَنْ فِي السَّمَاءِ
– *Artinya:*
“Dari Abdullah bin Amr, Rasulullah SAW bersabda, ‘Sayangilah makhluk di bumi, niscaya kamu akan disayangi oleh makhluk di langit.'” (HR. Tirmidzi)
Jangan lupa sedekah
ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻙَ ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟﻪَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻙَ ﻭَﺃَﺗُﻮْﺏُ ﺇِﻟَﻴْﻚَ
“Maha suci Engkau ya Alloh, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu”









