KHASANAH ISLAM
Salah satu penyakit hati yang sangat berbahaya dan sering tidak disadari adalah tidak senang melihat orang lain bahagia atau dalam istilah Islam disebut hasad (dengki).
Sifat ini dapat menghapus amal, merusak hubungan, bahkan mendatangkan murka Alloh swt.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
اَمْ يَحْسُدُوْنَ النَّا سَ عَلٰى مَاۤ اٰتٰٮهُمُ اللّٰهُ مِنْ فَضْلِهٖ ۚ فَقَدْ اٰتَيْنَاۤ اٰلَ اِبْرٰهِيْمَ الْـكِتٰبَ وَا لْحِكْمَةَ وَاٰ تَيْنٰهُمْ مُّلْكًا عَظِيْمًا
am yahsuduunan-naasa ‘alaa maaa aataahumullohu ming fadhlih, fa qod aatainaaa aala ibroohiimal-kitaaba wal-hikmata wa aatainaahum mulkan ‘azhiimaa
“Ataukah mereka dengki kepada manusia (Muhammad) karena karunia yang telah diberikan Allah kepadanya? Sungguh, Kami telah memberikan kitab dan hikmah kepada keluarga Ibrahim, dan Kami telah memberikan kepada mereka kerajaan (kekuasaan) yang besar.”
(QS. An-Nisa’ 4: Ayat 54).
Penyakit hati Hasad adalah perasaan tidak suka terhadap nikmat yang dimiliki orang lain, disertai keinginan agar nikmat itu hilang darinya.
Imam al-Ghazali dalam Ihya Ulumiddin menyebut bahwa hasad adalah salah satu penyakit hati paling berbahaya karena ia tersembunyi dan bisa menggerogoti amal kebaikan tanpa terasa.
Dalil Al-Qur’an Tentang Larangan Hasad
a. QS. Al-Falaq: 5
وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ
“Dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki.”
Ayat ini menunjukkan bahwa kedengkian membawa keburukan bagi pelakunya dan orang lain.
b. QS. An-Nisa: 54
أَمْ يَحْسُدُونَ النَّاسَ عَلَى مَا آتَاهُمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ
“Apakah mereka dengki kepada manusia karena karunia yang Alloh telah berikan kepada mereka?”
Dengki berarti tidak ridho terhadap takdir dan pemberian Alloh. Padahal setiap nikmat datang dari Alloh sesuai kehendak-Nya.
Hadis Tentang Bahaya Hasad, Baginda Rosulullah saw bersabda:
إِيَّاكُمْ وَالْحَسَدَ، فَإِنَّ الْحَسَدَ يَأْكُلُ الْحَسَنَاتِ كَمَا تَأْكُلُ النَّارُ الْحَطَبَ
“Jauhilah oleh kalian sifat hasad, karena hasad itu memakan kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar.”
(HR. Abu Dawud,)
Hasad bukan hanya dosa, tetapi menghapus pahala amal saleh, sebagaimana api membakar kayu.
لَا تَحَاسَدُوا، وَلَا تَبَاغَضُوا، وَكُونُوا عِبَادَ اللَّهِ إِخْوَانًا
“Janganlah kalian saling dengki, jangan saling membenci, dan jadilah kalian hamba Allah yang bersaudara.”
(HR. Muslim)
Umat Islam diperintahkan untuk saling mencintai dan menjaga persaudaraan, bukan saling iri dan dengki.
Dampak Buruk Tidak Senang Melihat Orang Lain Bahagia yaitu :
1.Menghapus pahala amal soleh
Karena hasad termasuk penyakit hati yang membakar pahala.
2.Merusak ukhuwah dan persaudaraan
Orang yang dengki mudah membenci dan menjatuhkan saudaranya.
3.Menimbulkan stres dan kegelisahan hati
Orang yang hasad tidak pernah tenang karena selalu merasa tidak puas.
4.Menolak takdir Alloh
Hasad berarti tidak ridho dengan pembagian rezeki dari Alloh.
Cara Mengobati Sifat Hasad yairu
-Ingat bahwa semua nikmat datang dari Alloh.
-Rezeki dan kebahagiaan seseorang adalah bagian dari ketetapan Alloh.
-Doakan orang yang mendapat nikmat.
Ucapkan:
“Baarakallahu laka” (Semoga Allah memberkahimu).
-Syukuri nikmat yang kita miliki.
Orang yang bersyukur tidak akan sibuk membandingkan diri dengan orang lain.
-Biasakan berdoa agar dijauhkan dari penyakit hati.
Doa Agar Terhindar dari Hasad
اللهم طهر قلبي من الحسد والغل، واملأه بالحب والرضا بما قسمت لي
Ya Alloh, sucikanlah hatiku dari sifat dengki dan iri, penuhilah dengan cinta dan keridaan atas apa yang Engkau tetapkan untukku.
Mari kita periksa hati masing-masing. Jika ada rasa tidak senang melihat orang lain bahagia, segera istighfar dan mohon perlindungan kepada Allah. Karena orang yang hatinya bersih akan ikut bahagia ketika saudaranya mendapat nikmat
Semoga kita diberikan kesehatan kekuatan keselamatan dan rizki yang luas dan berkah
Jangan lupa sedekah
ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻙَ ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟﻪَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻙَ ﻭَﺃَﺗُﻮْﺏُ ﺇِﻟَﻴْﻚَ
“Maha suci Engkau ya Alloh, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu”.
Penyusun : Ustadz Wawan Juanda SH ( Ketua DPRD Kota Sukabumi )









