KHASANAH ISLAM
Rumah tangga sakinah bukanlah yang terbebas dari ujian.Namun di dalamnya penuh dengan ujian dan cobaan.
Rumah tangga sakinah adalah yang mampu menghadapi ujian bersamanya seraya berpegang teguh kepada Alloh.
Sepanjang perjalanan pernikahan tak mengenal batas, selama itu pula akan ada ujian datang lagi dan lagi.
“Tak ada rumah tangga yang tanpa ujian, Oleh sebab itu, dalam Islam, ujian rumah tangga adalah keniscayaan dan tantangan yang harus dihadapi semua orang.
“Adakalanya ujian adalah sarana peningkatan kualitas,”
Misalnya, ketika seorang istri menemui hal yang tidak menyenangkan dari suaminya, jangan mudah untuk berpikir pisah atau cerai.
“Itu pertanda lemahnya kesungguhan dalam menjaga keutuhan rumah tangga.”
Ujian juga harus dipandang sebagai rahmat dari Allah SWt.
Karena tak ada manusia yang lepas dari dosa, maka Allah SWt menetapkan salah satu cara pembersihan dosa manusia dengan ujian-ujian yang diberikannya.
Jika tak ada ujian, manusia akan sulit bersyukur dan jarang terbersihkan dosanya.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
يٰۤـاَيُّهَا النَّا سُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِّنْ نَّفْسٍ وَّا حِدَةٍ وَّخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَا لًا كَثِيْرًا وَّنِسَآءً ۚ وَا تَّقُوا اللّٰهَ الَّذِيْ تَسَآءَلُوْنَ بِهٖ وَا لْاَ رْحَا مَ ۗ اِنَّ اللّٰهَ كَا نَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا
yaaa ayyuhan-naasuttaquu robbakumullazii kholaqokum min nafsiw waahidatiw wa kholaqo min-haa zaujahaa wa bassa min-humaa rijaalang kasiirow wa nisaaa-aa, wattaqullohallazii tasaaa-aluuna bihii wal-ar-haam, innalloha kaana ‘alaikum roqiibaa
“Wahai manusia! Bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu (Adam), dan (Allah) menciptakan pasangannya (Hawa) dari (diri)nya; dan dari keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Bertakwalah kepada Allah yang dengan nama-Nya kamu saling meminta dan (peliharalah) hubungan kekeluargaan. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasimu.”
(QS. An-Nisa’ 4: Ayat 1).
Dalam Hal tata tertib berumah tangga, di dalam Islam, melalui junjungan Nabi Besar Ummat Islam yaitu Baginda Rasulullah SAW juga sudah memberikan tips – tips lewat Hadist Nya perihal tata cara beribadah di dalam rumah tangga, termasuk dalam hal kesabaran menghadapi segala ujian di dalam rumah tangga dan selalu mempertahankan pernikahan agar dapat menciptakan Rumah Tangga yang harmonis, sakinah, mawahdah, warohmah. Dan mengenai hal ujian serta cobaan di dalam kehidupan, Rasulullah SAW sudah menerangkan lewat Hadist Nya,
Rasulullah SAW bersabda :
“Tidak ada satu musibah yang menimpa setiap Muslim, baik rasa capek, sakit, bingung, sedih, gangguan orang lain, resah yang mendalam, sampai duri yang menancap di badannya, kecuali Alloh jadikan hal itu sebagai sebab pengampunan dosa-dosanya,
” (HR Bukhari).
Meski tak selalu, ujian dalam pernikahan juga hadir sebagai bentuk teguran Alloh terhadap pelanggaran di masa terdahulu.
Kita harus yakin bahwa kebahagiaan itu adanya di dalam jiwa kita.
Dan hanya Allah SWt lah yang bisa memberikan rasa bahagia itu.
Maka semua proses sejak awal (niat dan caranya) harus selalu memenuhi tuntunan-Nya,”
Islam adalah landasan sekaligus solusi bagi berbagai persoalan, termasuk dalam rumah tangga.
Jika kita menjadikan Islam sebagai satu-satunya solusi dalam menghadapi badai rumah tangga, maka di samping menuai pahala, juga menyelesaikan masalah dan menguatkan cinta suami dan istri.
Berikut cara Islami menyikapi ujian rumah tangga.
1.Husnuzdan kepada Allah SWt
Seperti telah disinggung di atas, seyogianya ujian juga merupakan bentuk perhatian Allah SWt kepada hamba-Nya.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
ۚ وَعَسٰۤى اَنْ تَكْرَهُوْا شَيْــئًا وَّهُوَ خَيْرٌ لَّـکُمْ ۚ وَعَسٰۤى اَنْ تُحِبُّوْا شَيْــئًا وَّهُوَ شَرٌّ لَّـكُمْ ۗ وَا للّٰهُ يَعْلَمُ وَاَ نْـتُمْ لَا تَعْلَمُوْنَ
Dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 216)
Bersabarlah dalam menghadapi ujian dalam rumah tangga Karena dalam rumah tangga, setiap hari bertemu dengan orang yang sama suami istri dan anak.
Wajar jika persoalan yang ditemukan sering kali berulang.
2.Keterbatasan Ekonomi
Ujian rumah tangga kadang datang berupa keterbatasan atau bahkan keterpurukan ekonomi keluarga.
Di sinilah sifat qana’ah (menerima apa adanya dalam hal kebendaan atau duniawi) sangat dibutuhkan.
Ia adalah rahasia kebahagiaan, yang tidak menjadikan kesempitan duniawi sebagai sumber percekcokan apalagi perceraian.
3. Hindari caci maki dan kekerasan fisik
Konflik juga bagian dari ujian rumah tangga.
Rumah tangga tanpa konflik ibarat masakan tanpa bumbu.
Tapi jika bumbu terlalu banyak, masakan jadi tidak enak.
Agar konflik tak semakin memanas dan berkepanjangan, hindari caci maki dan kekerasan fisik pada pasangan.
Cacian dan makian, akan menimbulkan luka batin yang lebih menyakitkan daripada kekerasan fisik, walau tidak mengucurkan darah.
Meski begitu, kekerasan fisik juga amat tercela.
Tindakan kekerasan fisik yang dilakukan dalam keadaan emosi akan sangat membahayakan keselamatan pasangan. “Tidak pantas dua orang yang berhimpun atas nama cinta, saling melukai dan mencaci.
Tidak patut hal tersebut dilakukan oleh manusia yang bertakwa,”
“Salah satu ujian dalam rumah tangga adalah mencintai orang yang sama dalam waktu lama.”
Nah, tentu kita semua ingin lulus dalam ujian tersebut bukan?
Semoga kita diberikan kekuatan agar terhindar dari segala ujian Rumah Tangga.
Semoga kita diberikan kesehatan kekuatan keselamatan dan rizki yang luas dan berkah
Jangan lupa sedekah
ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻙَ ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟﻪَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻙَ ﻭَﺃَﺗُﻮْﺏُ ﺇِﻟَﻴْﻚَ
“Maha suci Engkau ya Alloh, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu”.
Penyusun : Ustadz Wawan Juanda SH ( Ketua DPRD Kota Sukabumi )









