Khasanah Islam : Ketika Dosa Menjadi Sebuah Kebaikan

KHASANAH ISLAM

Apabila Allah menghendaki kebaikan bagi seorang harnba,maka Dia akan membukakan untuknya pintu-pintu tobat , penyesalan, merasa hina di hadapan-Nya, Membutuhkan-Nya, memohon pertolongan kepada-Nya, benar-benar kembali kepada-Nya, dan terus-menerus berdoa dan mendekatkan diri kepada-Nya.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

يٰۤاَ يُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا تُوْبُوْۤا اِلَى اللّٰهِ تَوْبَةً نَّصُوْحًا ۗ عَسٰى رَبُّكُمْ اَنْ يُّكَفِّرَ عَنْكُمْ سَيِّاٰتِكُمْ وَيُدْخِلَـكُمْ جَنّٰتٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَ نْهٰرُ ۙ يَوْمَ لَا يُخْزِى اللّٰهُ النَّبِيَّ وَا لَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مَعَهٗ ۚ نُوْرُهُمْ يَسْعٰى بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَبِاَ يْمَا نِهِمْ يَقُوْلُوْنَ رَبَّنَاۤ اَ تْمِمْ لَـنَا نُوْرَنَا وَا غْفِرْ لَـنَا ۚ اِنَّكَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
yaaa ayyuhallaziina aamanuu tuubuuu ilallohi taubatan nashuuhaa, ‘asaa robbukum ay yukaffiro ‘angkum sayyi-aatikum wa yudkhilakum jannaating tajrii ming tahtihal-an-haaru yauma laa yukhzillaahun-nabiyya wallaziina aamanuu ma’ah, nuuruhum yas’aa baina aidiihim wa bi-aimaanihim yaquuluuna robbanaaa atmim lanaa nuuronaa waghfir lanaa, innaka ‘alaa kulli syai-ing qodiir

“Wahai orang-orang yang beriman! Bertobatlah kepada Allah dengan tobat yang semurni-murninya, mudah-mudahan Tuhan kamu akan menghapus kesalahan-kesalahanmu dan memasukkan kamu ke dalam surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak mengecewakan Nabi dan orang-orang yang beriman bersama dengannya; sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka berkata, “Ya Tuhan kami, sempurnakanlah untuk kami cahaya kami dan ampunilah kami; sungguh, Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.””
(QS. At-Tahrim 66: Ayat 8)

Dengan melakukan berbagai macam kebaikan yang mungkin dia lakukan, sehingga keburukan yang pemah dilakukanya itu menjadi rahmat baginya, sehingga Iblis musuh Allah akan berkata :
” Duhai, andaikan aku biarkan saja dia dan tidak akan jerumuskan dia ke dalam dosa.”

Inilah maksud dari perkataan salah seorang ulama salaf, :

” Sungguh seorang hamba melakukan suatu dosa yang karenanya dia masuk surga, dan melakukan suatu kebaikan yang karenanya
dia masuk neraka.”

Orang- orang bertanya, “Bagaimanakah itu?”
Dia menjawab, “Hamba itu melakukan dosa, dan kemudian dia terus memikirkannya dengan penuh penyesalan, lalu dia tak henti menangis dan merasa malu kepada Tuhannya , dengan
menundukkan kepala dan hati yang merasa hancur di hadapan-Nya, sehingga dosa tersebut menjadi lebih bermanfaat baginya
daripada banyak ketaatan, karena dosa itu telah menyebabkannya melakukan hal-hal di atas yang merupakan sebab dari kebahagiaan
seorang hamba.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

يٰۤاَ يُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا تُوْبُوْۤا اِلَى اللّٰهِ تَوْبَةً نَّصُوْحًا ۗ عَسٰى رَبُّكُمْ اَنْ يُّكَفِّرَ عَنْكُمْ سَيِّاٰتِكُمْ وَيُدْخِلَـكُمْ جَنّٰتٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَ نْهٰرُ ۙ يَوْمَ لَا يُخْزِى اللّٰهُ النَّبِيَّ وَا لَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مَعَهٗ ۚ نُوْرُهُمْ يَسْعٰى بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَبِاَ يْمَا نِهِمْ يَقُوْلُوْنَ رَبَّنَاۤ اَ تْمِمْ لَـنَا نُوْرَنَا وَا غْفِرْ لَـنَا ۚ اِنَّكَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
“Wahai orang-orang yang beriman! Bertobatlah kepada Allah dengan tobat yang semurni-murninya, mudah-mudahan Tuhan kamu akan menghapus kesalahan-kesalahanmu dan memasukkan kamu ke dalam surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak mengecewakan Nabi dan orang-orang yang beriman bersama dengannya; sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka berkata, “Ya Tuhan kami, sempurnakanlah untuk kami cahaya kami dan ampunilah kami; sungguh, Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.””
(QS. At-Tahrim 66: Ayat 8)

Dengan demikian, maka dosa itu menjadi
penyebab masuknya dia ke dalam surga.

Lalu ada hamba yangmelakukan kebaikan, dan kemudian dia terus mengungkit-ungkit
kebaikan itu kepada Tuhannya, merasa sombong karenanya, dia pun merasa takjub dan kagum kepada dirinya sendiri dan berkata,
‘ Aku telah melakukan ini dan itu’, dan kebaikan itu telah melahirkan perasaan ujub, sombong, dan berbangga diri yang akhimya menyebabkan kehancurannya.

Dan apabila Allah menghendaki kebaikan bagi hamba yang patut dikasihani ini, Dia akan mengujinya dengan cobaan yang akan meruntuhkan kesombongannya , menundukkan kepalanya, dan membuatnya merasa kecil di hadapan-Nya. Dan jika Allah menghendaki selain itu baginya, Allah akan membiarkannya dengan kesombongan dan
kebanggaannya. Dan inilah kehinaan yang pasti menghantarkan dia pada kebinasaanya.”

Jangan lupa sedekah.

ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻙَ ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟﻪَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻙَ ﻭَﺃَﺗُﻮْﺏُ ﺇِﻟَﻴْﻚَ
“Maha suci Engkau ya Alloh, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu”.

 

Penyusun : Asep Sugiana S.Pd

banner 728x250

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *