Berharap Dapur MBG memesan kebutuhan Bahan Daging Ayam dari Peternakan Bumdes Barokah Sudajayagirang

Sukabumi, West Java Post

Badan Usaha Milik Desa ( Bumdes ) Desa Sudajayagirang, Kecamatan Sukabumi, Kabupaten Sukabumi yang menjalankan Usaha Peternakan Ayam Daging, kini seperti peribahasa ” hidup segan mati pun tak mau “.

Bagaimana tidak, Bumdes Barokah milik Desa Sudajayagirang yang kini berfokus di pengembangan usaha peternakan ayam, pada awal pendirian perencanaan nya, sudah mempunyai planing / rencana tujuan agar nanti nya peternakan ayam tersebut dapat terlibat langsung menjadi bagian dari program MBG dengan harapan menjadi pemasok daging segar ayam ke dapur – dapur MBG yang ada di sukabumi.

Semangat di awal yang di galakan oleh para anak muda Desa dengan mengikuti perkembangan arahan cita – cita Pemerintah Pusat yang menggalakan program Ketahanan Pangan Nasional serta Program Gizi Nasional, sehingga para anak muda Desa yang menangkap peluang canangan program pemerintah pusat, dengan melalui perencanaan dan di dukung oleh Pemerintah Desa Sudajayagirang, para anak muda desa tersebut mencetuskan program usaha Peternakan Ayam Daging, karena punya keyakinan, bahwa mungkin nanti nya bila program Ketahanan Pangan Nasional serta program Gizi Nasional yang di galakan lewat MBG nanti nya berjalan, dengan optimisme gairah muda, para anak muda desa tersebut yakin nanti nya untuk pasokan bahan olahan Daging Ayam, akan memesan kepada Usaha Peternakan yang didirikan.

Setelah gayung bersambut atas ide Peternakan Ayam yang di cetuskan oleh para anak muda desa, yang di sambut dan di sokong oleh Pemerintah Desa Sudajayagirang, Usaha Peternakan ayam daging pun pada akhir nya berdiri, dengan harapan bila nanti sudah berdiri dan berjalan, para Dapur MBG yang akan dibuka di setiap wilayah, baik di kecamatan sukabumi pada khusus nya, serta kabupaten sukabumi pada umum nya, akan banyak memesan ke peternakan Bumdes Barokah yang di kelola para anak muda Desa.

Namun, antara impian serta kenyataan yang kontras berbeda kini di hadapi oleh para anak muda desa sudajayagirang, dimana tadi nya impian nya agar dapur MBG dapat menjadi mitra sebagai pemesan Daging Ayam di peternakan Bumdes Barokah yang dikelola para anak muda desa, tapi pada kenyataan nya para dapur MBG seperti enggan menyokong ataupun mengikat Bumdes Barokah menjadi mitra penyuplai bahan baku daging ayam segar ke peternakan ayam milik Bumdes Barokah yang di kelola oleh para anak muda.

Foto : Rifan, anak muda leader Peternakan Ayam Daging Bumdes Barokah

Menurut Rifan, yang merupakan ketua dari Bumdes Barokah mengatakan, kita tadi nya sudah optimis penuh bahwa kedepannya peternakan ayam yang kami dirikan akan menjadi mitra dapur MBG pada saat lalu kami dirikan sebelum ramai nya dapur MBG di dirikan di kabupaten sukabumi.
Menurut Rifan, setelah berjalan nya waktu, setelah peternakan ayam daging kami panen, banyak dari hasil panen kami yang kami tawarkan ke dapur MBG di tolak, padahal kita sudah menawarkan harga per kilogram nya untuk daging ayam kami dengan harga yang di rasa bisa bersaing atau bisa di katakan murah lah. Namun entah kenapa, setiap dapur MBG yang kami tawarkan seperti sudah ada Pengusaha besar atau apalah yang sepertinya sudah menguasai kebutuhan suplai setiap dapur MBG. Rifan sedikit mengeluh dan seperti hampir putus asa dengan situasi yang di luar dugaan nya serta tidak sesuai yang di harapkan pada saat lalu di saat akan di bangun nya usah peternakan ayam yang di kelola oleh para anak muda ini.

Foto : Proses pemotongan dan pembersihan Daging Ayam segar

Peternakan Ayam Bumdes Barokah Desa Sudajayagirang yang di kelola oleh para anak muda Desa kini dengan nafas terengah – engah masih bertahan agar usaha peternakan nya tetap terus berjalan dengan menjual daging ayam hasil ternak nya kepada masyarakat dan juga para pedagan eceran daging ayam yang bersedia memasarkan daging ayam peternakan nya.

Melihat dari semangat para anak muda desa yang tergabung di Bumdes Barokah Desa Sudajayagirang, dengan optimisme tinggi yang mereka bentuk dengan gairah muda nya demi menciptakan lapangan kerja kedepannya lewat usaha peternakan ayam daging, seharus nya pihak Pemerintah, baik Pemerintah Daerah, maupun Pemerintah Pusat, baik dari kalangan eksekutif maupun legislatif seharus nya menyokong / mensupport semangat anak muda yang berasal dari pedesaan agar di beri ruang yang selebar – lebarnya agar para anak muda tersebut bisa berkembang dan maju, sehingga bisa membuka lapangan kerja bagi anak muda lainnya di saat tingkat pengangguran di Indonesia masih sangat tinggi.
Apalagi dengan adanya program MBG yang mempunyai rencana di awal nya selain untuk perbaikan Gizi Anak Indonesia, juga untuk membuka lapangan kerja, seharus nya niat semangat optimisme dari anak muda desa seperti dari anak muda desa sudjayagirang untuk menciptakan Usaha serta lapangan kerja bagi anak muda lainnya lewat usaha peternakan ayam daging ini, seharus nya Pemerintah ikut memfasilitasi untuk membuka ruang pasokan produksi nya berupa ayam daging dari peternakan yang di bangun nya, untuk ikut terlibat di Program MBG dari Pemerintah Pusat yang dana nya cukup besar mencapai ratusan triliyun.

Pemerintah Pusat maupun daerah seharusnya sudah bisa lebih jeli akan situasi di lapangan, apakah benar dengan program MBG yang mempunyai tekad akan membuka lapangan kerja serta memajukan para pelaku usaha kecil dan menengah sudah benar mengena tepat sasaran?
Atau jangan – jangan pasokan untuk kebutuhan dapur MBG di kuasai oleh para pemodal besar ataupun orang kuat yang memonopoli pasokan kebutuhan dapur MBG, sehingga seperti di dalam syair bait salah satu lagu Raja Dangdut H. Rhoma Irama yang kutipannya ” Yang kaya makin kaya.. yang miskin makin miskin “.
Sedangkan optimisme para anak muda desa perintis usaha yang tadi nya berharap agar menjadi bagian dari mitra dapur MBG pun menjadi terkubur impiannya.
Lantas, apakah Sila Kelima Pancasila yang berbunyi ” Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia ” masih berlaku dan di amalkan di Negara Republik Indonesia?
Kita berharap, dalam konteks Pemanfaatan Anggaran Program MBG yang menguras APBN sampai Ratusan Triliyun ini, Pemerintah Daerah maupun Pusat baik dari Eksekutif maupun Legislatif dapat mengatasi serta mencari solusi regulasi yang lebih baik lagi, agar keadilan merata dapat di jalankan dan di nikmati bersama bagi seluruh rakyat Indonesia, baik dari segi lapangan kerja, maupun dari segi memajukan para pelaku usaha ternak, tani, dan lainnya untuk mencukupi kebutuhan Dapur MBG di seluruh Indonesia. @red

banner 728x250

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *